PENJAGA HATIMU

aku dulu belajar pendidikan agama

katanya, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. dan yang namanya jodoh itu sudah ditakdirkan. katanya, jodoh kita itu adalah pelengkap tulang rusuk kita yang hilang. btw, tulang rusuk kamu ada yang hilang yah? nih, aku punya satu lho. mau aku pinjemin? hehehe. tau ngga, dulu aku belajar doa untuk dapet jodoh lho. kamu mau tau doanya kaya gimana? nih aku tulis khusus buat kamu ;

“Ya Tuhan…jika dia adalah jodohku, maka dekatkanlah.
Ya Tuhan…jika dia bukan jodohku, maka jodohkanlah.
Ya Tuhan…jika dia jodoh orang lain, maka putuskanlah.
Ya Tuhan…jika dia sudah putus, maka jodohkanlah kembali aku dengan dia. AMIN.”
aku dulu belajar matematika bisnis.
kamu suka gk mata kuliah ini ? ato jangan2 mata kuliah ini di jurusan kamu gak ada ya?? (waktu kamu masih kuliah loh)… klo aku sih, apapun yang kamu suka, aku pasti suka. hehehe. kamu mau tau dulu aku belajar apa? nih aku kasih ringkasan pelajarannya khusus buat kamu ;
cintaku padamu seperti lingkaran
tak berujung, juga tak bersisi
dan Limit cintaku bagai limit tak hingga
kamu tahu?
semakin hari, kurasakan cintaku padamu
bagaikan deret divergen yang mendekati nilai tak hingga
dan aku pun semakin yakin dengan rumus sin2 aku + cos2 kamu = 1

aku dulu waktu smu pernah belajar fisika loh (pamer ya) ;).

iyah, aku tau klo fisika adalah pelajaran yang sangat benci. tapi aku punya hadiah khusus untukmu. oleh-oleh setelah aku ingat2 tentang fisika. dan lagi-lagi, hadiah ini spesial hanya untuk kamu ;

saat pertama kali aku melihatmu,
bayanganmu jatuh tepat di atas fokus hatiku
nyata, tegak, diperbesar dengan lensa berakomodasi maksimum
dan kau bagaikan lensa cekung untuk mata minusku

kalor cintamu mengalir seperti radiasi,
tanpa melalui zat perantara sedikitpun
dan aku seperti udara,
yang memuai apabila terkena kalor panas cintamu
tapi terkadang cintaku padamu seperti zat padat,
tidak dapat ditembus oleh partikel cinta yang lain.

oh ya,kamu tau gak?aku 2 kali ngulang mata kuliah bahasa Indonesia loh heheheh (bodoh ya aku) hehehe

seneng deh klo mata kuliah bahasa Indonesia (walaupun ini yg aku ulang heheh). bener-bener santai. apalagi tadi kelasku hanya disuruh untuk membaca cerita rakyat yang ada di indonesia. aku paling suka membaca cerita. kamu juga sama kan? kamu bilang, buku cerita itu membuat imajinasi kita melayang-layang, bebas dari segala batasan yang ada. aku tadi membaca banyak sekali cerita tradisional. kamu mau denger cerita aku?

aku bukanlah dayang sumbi,
yang memintamu untuk membuat perahu
dan memukul kepalamu memakai centong
aku juga bukanlah roro jonggrang,
yang memintamu untuk membuatkanku seribu candi
aku juga bukan hanoman, karena aku bukan saudara tua

jadi aku siapa dong?

mungkin aku adalah pria penjual asongan,
yang berdiri kedinginan di musim hujan sambil berkata,
bang, beli koreknya ato rokok’y dong bang?
karena tidak ada yang mau membeli,
akhirnya aku pun putus asa
dan memutuskan untuk menjadi PEnjaga Hatimu

Iklan

SEJARAH SUDAH MENJADI BAGIAN DARI HIDUPKU

Berbicara mengenai SEJARAH?? tentunya semua orang tidak lepas dari apa yang namanya SEJARAH baik Sejarah kelahiran atau pun sejarah kampung halaman, sejarah riwayat hidup da masih banyak lagi yang berkaitna dengan Sejarah.

Jujur saja sewaktu SMA, sejarah bukanlah pelajaran kesukaanku. ada banyak sebab mengapa banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran Sejarah. jika dilihat baik-baik, sebenarnya belajar sejarah sangatlah menarik dan membuat kita menjadi penasaran. pelajaran akan terasa menyenangkan jika cara penyampaian materi yang diberikan tidak hanya menggunakan metode JADUL  atau yang dikenal dengan metode ceramah tetapi guru dapat menggunakan media lain yang lebih menyenangkan agar mata pelajaran sejarah menjadi tidak membosankan.

Tidak pernah terpikir dalam otak saya untuk menjadi seorang Guru, apalagi guru sejarah bahkan sewaktu SMA saya pernah berkata pada temanku  kalo saya ga akan mau menjadi guru. Ternyata.. oh ternyata… takdir berkata lain. sekarang saya kuliah untuk menjadi seorang Guru Sejarah di salah satu PErguruan Tinggi Swasta Yogyakarta yaitu Univ. Sanata Dharma. berbeda 180 derajat dengan cita2 sewaktu SMA.

Pada awal semester 1 saya tidak begitu menikmati belajar disini ya itu semua karena ini bukanlah menjadi prioritas saya. Namun semakin lama setelah mempelajari Sejarah, Saya semakin menikmati apa yang saya jalani sekarang. Rasa cinta terhadap Sejarah semakin tumbuh didalam diriku bahkan sekarang saya semakin mantaf untuk MENJADI SEORANG GURU SEJARAH.

ada banyak hal baru yang saya temui ketika belajar di Univ. Sanata Dharma. Saya banyak bertemu dengan teman-teman yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, kami berteman tanpa membeda-bedakan suku dan budaya. banyak sekali pengalaman yang sudah tertanam didalam memori otakku yang mungkin tidak akan pernah ter DELETE sampai kapanpun. Selama kurang lebih 4 tahun kami bersama kami sudah bersatu layaknya keluarga diluar keluarga asli kami. Hal yang paling menyenangkan adalah Study Tour dimana setiap akhir semester kami pasti melakukan Study Tour bersama. Rasanya Semua tempat wisata Sejarah yang ada di pulau Jawa dan Pulau Bali sudah kami kunjungi.

Malam Kesenia PRODI PENDIDIKAN SEJARAH

Study Tour semester 4, @ Kampung Penglipuran, BAli

Sedih rasanya jika suatu saat nanti kami akan berpisah dan kembali ke kampung halaman masing-masing untuk membangun daerah kami. tapi itulah sebuah kenyataan,”DIMANA ADA PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN”.. kami datang untuk belajar dan pulang pun membawa Gelar S1 untuk membangun daerah masing-masing.

Jika ada salah satu teman Pendidikan Sejara angkatan 08 yang membaca Tulisan ini. semoga suatu saat kita dapat bertemu kembali dalam sebuah acara Reuni dengan menggandeng Suami/Istri dan anak-anak masing-masing…hahhahahahahahah

Good Luck buat teman2 semua. semoga kita Sukses dan dapat Lulus tepat Waktu. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnn.

KESAH MUNDAU/KISAH MUNDAU (dayak benuaq Kutai Barat)

Nan kesah mugaa (ada cerita dahulu kala)

Sejarah Liakng Mundau (Sejarah goa mundau)

Mundau nan sawaq lolakng (mundau ada istri cantik)

Deoq uLun kakan (banyak orang suka)

Gerapm-gerapm ajun Mundau (diam-diam teman mundau)

Teliiq sawaq Mundau (mencintai istri Mundau)

Ohaq nyadung emeq bajun (dia pura-pura bawa berteman)

Ohaq ngliat emeq la Liakng ( dia dapat cara mengajak ke goa)

Ohaq siu sua onaq (dia suruh masuk duluan)

Ohaq nyimpai-nyimpai kerapay (dia menyimpan tani)

Mundau tenakng sua dalamp (Mundau di tinggal di dalam goa)

Beau toan olo tebor limbo ( tidak tau kapan hari bisa keluar)

Turu taun ongan tekurukng (tujuh tahun Mundau terkurung)

Olo iro ongan tebor lemboo (hari itu Mundau Keluar)

Sengkerepat pede asak (berpegangan pada tempat nunggal padi)

Nyang olo epuq laloo (liat hari sudah lewat)

Asang saliq aweq kariq (kesabaran Mundau sudah habis)

Engket la Lao tahuy munuq (naik ke Lamin langsung membunuh temannya)

Ohoq kesah sejarah Mundau (ini cerita sejarah Mundau)

Sake taka bote kintau (meminta kita jangan meniru cerita Mundau)

Kesah ohoq tenuq nan (kisah ini nyata)

Pede kampukng, kampukng perigiiq ( di kampung, kampung perigiq).

Masuk dan berkembangnya Islam di Asia Tenggara.

Permulaan masuknya agama Islam ke Asia Tenggara didahului oleh interaksi antara wilayah kepulauan dengan para pedagang Arab dan India. Pada abad ke 5 SM Asia tenggara telah menjadi tempat persinggahan para pedagang yang berlayar ke Cina atau sebaliknya. Bertia cina menyatakan bahwa Islamisasi Asia Tenggara sudah berlangsung sejak tahun 1281 yaitu dengan adanya 2 orang diplomat Melayu dari kerajaan Samudera Pasai yaitu Husein dan Sulaiman yang beragama islam berkunjung ke Mongol. Berita itu menyebut bahwa Samudera Pasai adalah tempat pertama kali terkena pengaruh islam di asia tenggara. Kerajaan Samudera Pasai merupakan pangkal tolak penyebaran Agama Islam di Asia Tenggara yang lain. Dari samudera pasai islam berkembang ke malaka. Proses islamisasi berkembang melalui perkawinan antara keluarga raja sultan pasai dengan keluarga raja malaka. Hal tersebut besar pengaruhnya terhadap Islamisasi di Asia Tenggara karena raja diteladani oleh rakyatnya , sehingga terjadi islamisasi besar-besaran dimalaka maupun di wilayah Asia tenggara lainnya.

Perkembangan Islam di Negara-negara Asia Tenggara :

1. Islam di Brunai

Brunai berpenduduk sekitar 250 ribu jiwa dengan kaum muslim sebagai mayoritas. Sebagai agama resmi, islam menjadi agama Negara dan menjadi agama Negara. Dominasi keluarga kerajaan di bidang pemerintahan dan tidak adanya demokrasi politik memungkinkan pemerintah memberlakukan kebijaksanaan di bidang agama dan kebijaksanaan lainnya tampa banyak kesulitan.

2. Islam di Malaysia

Islam merupakan agama resmi Negara federasi Malaysia, meskipun penganut agama islam di Negara tersebut tidak lebih dari 55%. Walaupun tidak semuia orang muslim adalah melayu, namun secara konstitusional orang melayu musti muslim. Dalam bidang pemerintahan, kepentingan islam diwakili oleh UMNO (United Malay National Organization) dan Partai islam (PAS). UMNO sebagai parta pemerintah sedang PAS sebagai oposisi dan menggunakan islam sebagai ideology utama. Komunitas Cina (MCA), India (MIC) bersama UMNO tergabung dalam barisan (front) Nasional.

3. Islam di Singapura Republik singapura denga penduduk sekitar 4 juta jiwa bersifat multirasial, multilingual, dan juga multui agama. Mayoritas adala penduduk cina (77%), melayu (15%), sementara India hanya 6% dan lainnya 2%. Seluruh penduduk muslim ada sekitar 16%. Pengaruh islam di singapura lemah karena jumlahnya sedikit, ekonomi lemah dan pendidikan terblakang. Partai politk islam seperti Partai Kebangsaan Melayu belum mendapat perwakilan di parlemen.

4. Islam di Piliphina Jumlah orang islam di piliphina adala 9% dari seluruh pendudk yang berjumlah sekitar 50 jiwa. Masyarakat muslim itu terdiri dari berbagai kelompok etnolinguistik seperti Maranao, Maguindanao, Tausug, Samal, Yakan, Iranun, Jamamapun Badjo, Kalibugan, Kalagan, dan Sangil. Secara bersama-sama orang muslim di Piliphina disebut Moro (berkulit hitam)

5. Islam di Indonesia Meskipun penduduk Indonesia sekitar 90% beragama islam, namun Indonesia bukanlah Negara agama namun Negara yang berdasarkan Pancasila sebagai Ideologi nasionalnya. Selain islam, agama-agama konfucius, Katholik, Protestan, Hindu, dan Budha merupakan agama yang di akui Negara. Secara umum di jawa kaum muslim dapat diklasifikasikan kedalam abangan, yaitu kaum muslim nominal dan santri, yaitu mereka yang taat pada ajaran islam. Dalam bidang politik islam hanya digunakan secara efektif untuk mendukang partai politik seperti PAN, PKB, PBB, PKS, namun disaat yang sama politisi islam mengarah kepada perpecahan antara partai islam dan organisasi politik yang lain. Bangsa barat di Asia Tenggara. Selama berabad-abad, orang-orang keisten di eropa telah berjuang untuk mempertahankan diri dari serangan tentara islam. Spanyol dan portugis berhasil menaklukan tentara islam yang menguasai jazirah Liberia menjelang tahun 1250. Namun baru tahun 1492 tentara islam benar-benar mundur dari eropa setelah benteng terakhir yaitu Granada jatuh ke tangan bnagsa eropa. Akibat jatuhnya romawi timur 1453, hubungan dagang eropa dan asia lewat timur tengah terputus. Karena itu bangsa eropa semakin terdorong dan berlomba-lomba mencari jalan menuju asia tenggara. • Bangsa Portugis • Bangsa Spanyol • Bangsa Belanda • Bangsa Inggeris • Bangsa Prancis Pola umum imperialism di Asia Tenggara. Imperialism adalah usaha atau tundukan suatu bangsa atau Negara mengembangkan kekuasaan dalam bentuk pendudukan langsung terhadap wilayah kekuasaan bangsa atau Negara lain dengan jalan membentuk pemerintahan-pemerintahan jajahan atau dengan menanamkan pengaruh dib dang politik maupun ekonomi. Pada masa kolonialisme dan imperialisme, hamper semua Negara di Asia Tenggara kecuali Muangthai jatuh ketangan penjajahan barat Pola umun kolonialisme di Asia Tenggara. Sejarah kolonialisme di asia tenggara di bagi menjadi dua periode yaitu abad ke-16 sampai abad ke-18, serta periode abad ke-19 dan ke-20. Periode abad ke 16-18, yang dimulai jatuhnya malaka ke tangan portugis tahun 1511 dan berakhir sekiktar jatuhnya VOC di Indonesia dan bersifat merkantilisme. Pada abad ke-19 ada tiga kekuasaan bangsa eropa yang berlomba untuk memperoleh tanah jajahan di asia tenggara yaitu bangsa Inggeris , Belanda, Prancis. Diantara ketiga bangsa itu bangsa Inggerislah yang paling kuat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka akhir abad ke-19, Asia Tenggara terbagi dalam wilayah kekuasaan eropa. Bangsa Inggris menguasai Semenanjung mayala dan sekitarnya, bangsa Belanda menguasai kepulauan Indonesia, Spanyol menguasai kepulauan Plilpina, dan portugis dibiarkan menguasai Timor Timur. Pemerintah Kolonial di Asia Tenggara : 1. Pemerintah Kolonial Inggris di Myanmar 2. Sistem Kolonial Inggris di Malaka 3. Sistem Kolonial Amerika di Filipina 4. Sistem Kolonial Prancis di Indonesia 5. Politik kolonial Belanda di Indosesia Ekonomi Kolonial di Asia Tenggara. Selama abad ke-19 pertumbuhan ekonomi yang begitu cepat di Negara-negara Eropa, Amerika Utara dan Australia berjalan seiring dengan perdagangan dunia. Kawasan Asia Tenggara telah terlibat dalam perdagangan maritime selama berabad-abad sebelum kedatangan orang-orang eropa. Pada abad ke-17 dan ke-18, perdagangan antar wilayah daerah makin berada dibawah penguasaan bangsa eropa (terutama belanda) dan diatur menurut kepentingan mereka. Jika dilihat secara seksama perkembangan ekonomi di Malaysia, Muangthai, maupun di Indonesia pada masa colonial dan juga wilayah asia tenggara lainnya, tampaklah perekonomian di wilayah tersebut memiliki kekhususan. Ciri khas ekonomi colonial di Asai Tenggara adalah ekonomi yang melayani pasar internasional, serta produksi dalam negeri, baik swasta asing maupun pribumi, diarahkan ke eksport. Reaksi terhadap kekuasaan barat. Bangsa-bangsa di asia tenggara dibentuk dan di tempa oleh pergerakan bangsa-bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara yang berkembang menjadi bangsa-bangsa pokok, pengaruh Cina dan India, pengaruh islam dan bangsa barat. Pergerakan ini berlangsung secara bergelombang secara turun temurun dalam kurun waktu yang lama dan akhirnya membentuk bangsa-bangsa pokok yang sekarang ,emjadi bangsa-bangsa di Asia Tenggara dengan suku-suku minoritas. Setelah terbentuk bangsa-bangsa maka masuklah pengaruh asing ke Asia Tenggara silih berganti. Reaksi Asia Tenggara yang paling keras terjadi sewaktu Asia Tenggara kedatangan bangsa barat, sebab selain melakukan perdagangan, bangsa barat itu kemudian menguasai wilwywh-wilayah Asia Tenggara. Reaksi pertama ialah oleh para penguyasa-penguasa (kerajaan-kerajaan) yang lebih dulu tumbuh di wilayah Asia Tenggara. Sedangkan reaksi berikutnya dilakukan oleh masyarakat pedesaan dengan melakukan gerakan social yang bermuara pada timbulnya gerakan nasional. Adapun reaksi-reaksi yang muncul adalah : 1. Reaksi Kesultanan Malaka 2. Reaksi Kerajaan Ayuthia 3. Reaksi Kerajaan Vietnam 4. Reaksi Kerajaan Birma Gerakan social di Asia Tenggara abad XIX. Perlawanan bersenjata sudah dimulai sejak abad XVI, sedangkan gerakan social di Asia Tenggara baru berlangsung pada abad XIX. Pada umumnya orang beranggapan bahwa gerakan social di Asia Tenggara khususnya yang terjadi di pedesaan pada zaman colonial itu tidak dapat di kategorikan sebagai gerakan politik yang bersifat keagamaan. Menurut pandangan ini, gerakan social yang terjadi pada abad XIX tersebut dilakukan oleh petani, hanya bersifat lokal, tidak berlangsung lama sehingga tidak mempunya kaitan dengan gerakan politik. Berdasarkan penilitian tersebut, gerakan social dinilai sebagai gerakan politik. Kehidupan di pedesaan Asia Tenggara sebelum abad ke-19. Sewaktu dunia barat telah memasuki masa Revolusi Industri pada pertengahan abad ke-18, dunia pedesaan Asia Tenggara belum mengenal kemajuan. Pada musim kemarau jalan-jalan penuh debu, dan musim hujan bukan main beceknya. Sawah-sawah masih terbentang luas dan dusun-dusun masih terpencar jauh. Meskipun terpencar jauh, namun ada dusun yang penduduknya sangat padat. Daerah itu biasanya tanahnya subur. Alam Asia Tenggara sangat kaya, perbedaan musim tidak begitu besar. Hubungan lalu lintas satu daerah denga daerah lain pada abad ke-18 itu belum baik, bahkan banyka yang beluim ada, sehingga tidak mengherankan bila tingkat kemajuan sadu daerah dengan daerah lain berlainan. Mata pencaharian penduduk Asai Tenggara adalah bertani. Pertanian di daerah yang subur yang ditujukan untuk perluasan isi keluarga itu snediri, ternyata tidak bnayak menyita waktu. Kelebihan waktu digubakan untuk mempererat hubungan antar keluarga-keluarga lain selingkungan. System kekeluargaan di pedesaan Asia Tenggara pada umumnya menganut prinsip bilateral, yaitu suatu prinsip yang menentukan siapa yang termasuk kerabat seseorang, melalui hubungan dari pihak ayah maupun ibu. Pada abad ke-18 itu orang masih terpengaruh jalan pikiran feudal aristocrat yang menbagi masyarakat menjadi lapisan rakyat kecil dan lapisan bangsawan. Perubahan Sosial di pedesaan. Pada awal abad ke-19 masyarakat pedesaan Asia Tenggara masih bersifat tradisional agraris yang belum banyak mengalami perubahan dan masih kentara sekali homogenitasnya. Namun perubahan segera terjadi setelah daerah kekuasaan bangsa barat semakin meluas. Karena keadaan tersebut, tentu saja homogenitasnya terpecah. Factor yang berpengaruh besar terhadap timbulnya gerakan social di pedesaan adalah system politik yang berlaku. System politik yang menimbulkan reaksi dari masyarakat pedesaan itu terutama kekuatan-kekuatan dari bangsa barat. Kekuatan barat itu mencoba untuk mencampuri kehidupan system social yang sudah stabil. Tindakan penguasa barat itu telah menimbulkan reaksi keran dari masyarakat. Dalam perkembangan berikutnya, reaksi itu telah berkembang menjadi sebuah gerakan social yang menggoncangkan. Gerakan social di pedesaan. Dengan adanya perubahan pelaksanaan politik yang dilakukan oleh penjajah terhadap kawasan pedesaan, maka geakan social petani pedesaan di kawasan Asai Tenggara, khususnya Indonesia pada abad ke-19 sudah mulai memperlihatkan bentuk gerakan yang jelas. Masyarakat pedesaan yang senantiasa berorientasi pada pola pemerintahan yang tradisional dimana pusat kekuasaan itu berada ditangan penguasa yang ditetapkan menurut nilai tradisional pula, dengan adanya perubahan kekuasaan politik yang dilakukan bangsa barat itu, mengalami kegoncangan. Timbulnya kegoncangan dalam kehidupan masyarakat petani di pedesaan, adalah sebagai akibat terjadinya pertemuan dua system social yang berbeda. Adapun perbedaan itu adalah bahwa penguasa barat berusaha memperkenalkan suatu system social dan politik yang ama sekali asing dalam pemikiran para petani di pedesaan. Sedang dipihak lain, system social dan politik tradisional lebih berakar dalam kehidupan para petani dan mereka berusha mempertahankan kondisi itu. Ada anggapan bahwa gerakan social di pedesaan di Asia Tenggara yang mewujudkan suatu pemberontakan itu berasal dari kelompok elite, yang dikenal dengan elite pedesaan. Akan tetapi anggapan itu mengelirukan, karena sesungguhnya yang muncul sebagai pemimpin dari pemberontakan itu adalah berasal dari petani itu sendiri.. pemberontakan yang dilakukan oleh tuan tanah ini tidaklah bertahan lama, adakalanya hanya beberapa hari saja kemudian padam karena factor biaya yang menunjang pemberontakan itu habis. Gejala yang tampak dalam pemberintakan petani di Asia Tenggara banyak ditentukan oleh rasa penderitaan dan adanya keinginan bersama untuk memperbaiki kehidupan dari suatu penderitaan, karena mengalami pendeitaan bersama akibat pengalaman sejarah yang sama. Ada berbagai macam pemberontakan yang terjadi di Asia Tenggara : 1. Pemberontakan petani di Myanmar 2. Pemberontakan petani di Filipina 3. Pemberontakan petani di Vietnam 4. Pemebrontakan petani di Malaysia 5. Pemberontakan petani di Indonesia Menuju ke Nasionalisme di Asia Tenggara. Gerakan social di pedesaan dianggap sebagai bukan merupakan suatu gerakan yang mengandung Nasionalisme. Mereka beranggapan bahwa gerakan social yang muncul di pdesaan itu tidak memiliki ,konsep politik yang jelas untuk tujuan nasional. Gerakan social yang di motori oleh para kyai atau kelompok agama itu, adalah gerakan yang bersifat lokal, kontemporer dan tidak sistematis dalam menyusun perlawanan. Lagi pula, gerakan social tersebut lebih bersifat keagamaan. Gerakan social tersebut ternyata gerakan nasional yang konvensional (tradisional), sebab gerakan yang terpusat di pedesaan tersebut akhirnya merembet kekota.

Pembagian Suku Dayak Di Kalimantan

  1. Rumpun Ot Danum (terdiri dari 4 suku kecil dan 90 suku sedatuk).
  • ØDayak Ngaju (terbagi dalam 53 suku sedatuk).
    • Suku Bakumpai
    • Suku berangas
    • Suku mangkatip
    • Suku siang murung
    • Suku mendawai
    • Suku Bukit/dayak meratus
      • o Dayak Pitap,
      • o Dayak Hantakan
      • o Dayak Haruyan
      • o Dayak Loksado
      • o Dayak Piani
      • o Dayak Riam Adungan
      • o Dayak Bajuin
      • o Dayak Bangkalaan
      • o Dayak Sampanahan
      • o Dayak Labuhan
  • ØDayak Ma`anyan (terbagi dalam 8 suku sedatuk).
    • Maanyan Paju Epat (murni)
    • Maanyan Dayu
    • Maanyan Paju Sapuluh (ada pengaruh Banjar)
    • Maanyan Benua Lima/Paju Lima (ada pengaruh Banjar)
    • Maanyan Tanta (ada pengaruh Banjar)
    • Dayak balangan (kalsel)
    • Dayak warukin (kalsel)
    • Dayak samihin (kalsel)
  • ØDayak Dusun (terbagi dalam 8 suku sedatuk).
    • Suku Dusun Witu
    • Suku Dusun Malang,
    • Suku Dusun Deyah
    • Suku Dusun Balangan
  • ØDayak Lawangan (terbagi dalam 21 suku sedatuk).
    • Suku Dayak Benuaq
    • Suku Dayak Bentian
    • Suku Dayak Bawo
    • Suku Pasir
    • Suku Dayak Tunjung
      • o Tunjung bubut
      • o Tunjung asli
      • o Tunjung bahau
      • o Tunjung hilir
      • o Tunjung lonokng
      • o Tunjung linggang
      • o Tunjung berambai

2. Rumpun Apu Kayan (terdiri dari 3 suku kecil dan 60 suku sedatuk).

  • ØDayak Kenyah (terbagi dalam 24 suku sedatuk).
    • Kenyah Badeng
    • Lepo tukung
    • Lepo Bakung
    • Lepo kulit
    • Lepo jalan
    • Lepo tau
    • Lepo engkau
    • Lepo ujo
    • Lepo dikan
    • Lepo keh
    • Uma dadoq
    • Uma lung
    • Uma semuka
    • Uma baha tulin
    • Uma pawek
    • Uma keleb
  • ØDayak Kayan (terbagi dalam 10 suku sedatuk).
    • Uma Suling,
    • Uma Lekwe,
    • Uma Tua:n,
    • Uma Wak,
    • Uma Laran,
    • Uma Lasa:n,
    • Uma Teliva’,
    • Uma Aging,
    • Uma Pagung
    • Uma semuka
    • Uma peliau
    • Uma pako’
    • Uma belun
    • Uma pu’
    • Uma lekan
    • Kayan mekam
      • Uma urut
      • Bang kelaw
    • Kayan mendalam
    • Kayan baram
      • Uma kui
    • Kayan busang
    • o Uma luhat
      • Kayan ga’ai
  • ØDayak Bahau (terbagi dalam 26 suku sedatuk).
    • Bahau saq
      • Hwang tering
      • Hwang sirau
      • Hwang anah
    • Bahau busang
    • Bahau Ma’ urut
    • Bahau Ma’Tepe
    • Bahau Ma’rekue
    • Bahau Ma’tuan
    • Bahau Ma’Mehaq
    • Bahau Ma’sem
    • Bahau Ma’kelua
    • Bahau Ma’bole
    • Bahau Ma’bangkelo
    • Bahau Ma’wali
    • Bahau Ma’ruhuq
    • Bahau Ma’palo

3.        Rumpun Iban dan Heban (terbagi dalam 11 suku sedatuk).

  • ØSuku Mualang
    • Dayak Kematu
    • Dayak Benawas
    • Dayak Mualang Sekadau
    • Dayak lebang nado
  • ØSuku Seberuang
  • ØSuku Melanau
    • Dialek Daro-Matu
    • Dialek Kanowit
    • Dialek Melanau
    • Dialek Sibu
    • Dialek Seru
    • Dialek Tanjong
  • ØSuku Kantuk
  • ØSuku Bugau
  • ØSuku Desa
  • ØSuku Ketungau
    • Bugao,
    • Banyur,
    • Tabun
  • ØSuku Batang Lupar
    • Kantuk
    • Undup,
    • Gaat,
    • Saribas,
    • Sebuyau,
    • Sebaruk,
    • Skrang,
    • Balau
4. Rumpun Klemantan atau Dayak Darat (terdiri dari 2 suku kecil dan 87 suku sedatuk).
  • ØDayak Klemantan (terbagi dalam 47 suku sedatuk).
    • Dayak Bidayuh
    • o Selakau/Lara
    • o Jagoi/Singai
    • o Biatah)
    • o Bukar/Sadong
    • Dayak Mali
  • ØDayak Ketungau (terbagi dalam 40 suku sedatuk).
5.   Rumpun Murut (terdiri dari 3 suku kecil dan 44 suku sedatuk).
  • ØDayak Murut (terbagi dalam 28 suku sedatuk).
    • Dayak dusun
  • ØDayak Idaan (terbagi dalam 6 suku sedatuk).
  • ØDayak Tidung (terbagi dalam 10 suku sedatuk).
6. Rumpun Punan (terdiri dari 4 suku kecil dan 52 suku sedatuk).
  • ØDayak Basap (terbagi dalam 20 suku sedatuk).
  • ØDayak Punan (terbagi dalam 24 suku sedatuk).
    • Suku Hovongan
    • Suku Uheng Kereho
    • Suku Punan Murung
    • Suku Aoheng (Suku Penihing)
    • Suku Punan Merah
    • Suku Punan Aput
    • Suku Merap (
    • Suku Punan Tubu
    • Suku Ukit/Suku Bukitan/Suku Beketan
    • Suku Bukat
    • Suku Punan Habongkot
    • Suku Panyawung
    • Suku Punan Kelay
    • Punan Busang
    • Punan Penihing
    • Punan Batu
    • Punan Sajau
  • ØDayak Punan Ot (terbagi dalam 5 suku sedatuk)
7.   Rumpun Bukat (terbagi dalam 3 suku sedatuk).
(buat teman-teman yang suku Dayaknya belum tercantum diatas.. silahkan beri komen dibawah ini dengan menyebutkan nasa Suku Dayakmu dan dimana kamu berdomisili..terimakasih

Makalah Candi CanggaL (Study Tour Semester 2)

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan bimbinganNyalah makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun sebagai tugas studi tour. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan peran serta dari berbagai pihak.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan tidak lepas dari kekurangan, maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun agar dalam penulisan makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua.

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gunung Wukir adalah sebuah nama yang terkenal dalam sejarah kuno Indonesia. Letaknya terpencil, di bukit ini ditemukan prasati yang tertua di Jawa Tengah yaitu prasasti Canggal, yang berangka tahun 732 M, dan berasal dari  Dinasti Sanjaya masa antara 732 dan 930 M.

Bagi masyarakat Jawa, istilah candi dipergunakan untuk memberi istilah pada bangunan peninggalan sejarah dari jaman Hindu dan Buddha di Jawa. Istilah candi berasal dari kata Candika, yaitu salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi Kematian. Oleh karenanya, sering muncul anggapan bahwa candi selalu berkaitan dengan kematian. Memang, berdasarkan catatan arkeologi, candi pada umumnya dibangun sebagai tempat pemakaman atau penyimpanan abu jenasah seorang raja atau tokoh tertentu. Namun tidak semua yang disebut candi merupakan tempat pemakaman. Fungsi sebagai tempat pemujaan jauh lebih menonjol dan menjadi karakteristik khas dari setiap bangunan candi.

Dari sisi kosmologi, candi-candi selalu dibangun berdasarkan kepercayaan tentang keselarasan antara jagad raya sebagai makrokosmos dengan dunia manusia sebagai mikrokosmos. Kehidupan manusia senantiasa dipengaruhi oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari kekuatan alam di lingkungannya. Apa yang akan terjadi, tergantung dari kemampuan manusia dalam menyiasati keselarasan hidup mereka dengan jagad raya. Pembangunan candi juga mempertimbangkan segi mitologi, astronomi serta mengacu pada kekuatan spiritual sesuai dengan fungsinya sebagai tempat pemujaan.

Sebagai sebuah bangunan, secara vertikal candi terdiri dari 3 bagian, yaitu : bagian kaki, tubuh dan atap candi. Bagian kaki yang menjadi pondasi candi umumnya berbentuk persegi. Pada satu atau beberapa sisinya, terdapat tangga yang dipergunakan untuk mencapai bagian yang lebih tinggi. Pada bagian tengah pondasi inilah terkadang dijumpai lubang yang berfungsi untuk menyimpan abu jenasah raja. Diatas lubang ditempatkan patung dewa yang dianggap menjelma ke dalam tubuh sang raja.

Bagian tubuh candi umumnya berbentuk bilik dengan ukuran yang lebih kecil dari bagian kaki, sehingga masih terdapat ruang yang terbuka di sisi luarnya. Pada bagian ini seseorang bisa berjalan mengelilingi candi, yang dikenal dengan istilah Pradaksina. Bagian atas candi berupa atap yang menutup tubuh atau bilik candi. Bentuknya menyerupai gunung yang bertangga-tangga, menyerupai mahkota, lingga atau stupa. Dari sisi bentuk, candi-candi di Jawa Tengah umumnya lebih ramping dibanding candi-candi di Jawa Timur yang usianya lebih muda.  Secara horizontal, lingkungan suatu candi biasanya terbagi menjadi beberapa bagian halaman, yaitu : halaman pertama di bagian pusat atau jeroan, halaman kedua di sisi luarnya yang disebut tengahan, serta halaman paling luar atau disebut njaba.

Candi-candi di Jawa Tengah umumnya terbuat dari batu andesit yang biasa terdapat di sekitar gunung berapi. Bahan-bahan lain seperti batu putih hanya dipergunakan sebagai pelengkap, semisal sebagai pagar keliling candi. Batu-batu ini disusun tanpa adonan spesi, kecuali pada bagian tertentu di sisi luar. Setelah bentuknya tersusun, barulah hiasan-hiasan dipahatkan pada permukaaannya yang rata. Pada saat ditemukan, sebagian besar candi berada dalam kondisi rusak berat. Bebatuan yang menjadi inti bangunannya berserakan di sejumlah tempat, terkadang hingga jauh dari tempatnya semula. Bahkan sebagian dari bebatuan candi yang bernilai sejarah itu telah berubah fungsi, seperti menjadi tanggul atau pondasi rumah penduduk yang bermukim di sekitarnya.

Banyak alasan yang biasanya dikemukakan untuk menjelaskan kerusakan candi-candi di masa lampau.  Diantaranya adalah munculnya bencana alam yang sangat dahsyat, seperti banjir, gempa bumi atau letusan gunung berapi. Peperangan dan perebutan kekuasaan juga ditengarai menjadi penyebab kerusakan itu. Dalam setiap peperangan, pusat-pusat pemerintahan kerajaan umumnya menjadi target untuk dibumihanguskan. Candi sebagai bangunan suci pun tak luput dari pengrusakan dan penghancuran selama perang berlangsung.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah diatas penulis memandang sangat perlu mengkaji peristiwa yang melatar belakanginya. Maka penulis merumuskan masalah laporan penelitian sebagai berikut :

1)      Bagaimana sejarah berdirinya Candi Canggal / Gunung Wukir ?

2)      Bagaimana kompleks Candi Canggal / Gunung Wukir ?

3)      Bagaimana struktur bangunana Candi Canggal / Gunung Wukir ?

4)      Apa isi dari Prasasti Canggal ?

  1. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1)      Tujuan Penelitian

Tujuan pembuatan laporan penelitian mengacu pada rumusan masalah yang merupakan acuan permasalahan yang harus dipecahkan dalam pembuatan laporan penelitian ini. Oleh karena, tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

a)      Mengetahui sejarah berdirinya candi Canggal atau gunung Wukir

b)      Mengetahui komplek candi Canggal atau gunung Wukir

c)      Mengetahui struktur bangunan Candi Canggal atau Gunung Wukir

d)     Mengetahui isi dari Prasasti Candi Canggal / Gunung Wukir

2)      Manfaat penulisan

Manfaat pembuatan laporan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan informasi bagi mahasiswa, masyarakat, dan instansi-instansi yang mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung dengan situs sejarah tersebut.

  1. Metode Penelitian

Dalam memperoleh data mengenai candi Canggal atau gunung Wukir, penulis menggunakan beberapa metode :

1)      Metode Observasi

Penulis mengadakan serta mendatangi candi Canggal atau Gunung wukir dan melakukan penelitian disana.

2)      Metode studi pustaka

Selain pengamatan penelitian langsung, penulis juga mencari buku atau referensi dan webside yang berkaitan dengan candi Canggal atau Gunung Wukir.

BAB II

SEJARAH CANDI CANGGAL/ GUNUNG WUKIR

Candi Gunung Wukir juga sering disebut Candi Canggal sesuai nama dusun dimana candi ini berada, di wilayah Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Situs bernuansa Hindu yang terletak di puncak bukit ini menjadi istimewa karena disinilah ditemukan Prasasti Canggal, prasasti tertua yang bisa sedikit menjelaskan peradaban Mataram Kuno.

Prasasti Canggal ditulis sekitar tahun 732 Masehi oleh Raja Sanjaya yang mendirikan candi ini sebagai tempat suci untuk memuja Dewa Siwa. Bukti pemujaan kepada Dewa Siwa dapat ditengarai dari adanya bentuk lingga, yoni dan arca Nandi. canggal atau gunung wukir. Pendirian candi sebagai tempat suci ini dapat dianggap sebagai tanda pendirian sebuah kerajaan. Dalam prasasti-prasasti yang ditemukan sesudah Prasasti Canggal, nama Sanjaya sebagai pendiri kerajaan ini lebih sering disebut sebagai Rakai Mataram, sesuai nama wilayah yang diperintahnya. Pada mulanya, Mataram adalah wilayah kecil yang diperintah oleh Sanjaya, yang kemudian dijadikan nama kerajaan yang didirikannya. Pusat pemerintahannya ada di Medang Bhumi Mataram. Dimana tempat ini sekarang, tidak dapat diketahui dengan pasti.

Candi Gunung Wukir memiliki satu candi induk yang menghadap ke arah timur dan tiga candi perwara. Di candi perwara yang tepat menghadap ke candi induk, berisi arca Nandi yang merupakan tunggangan Siwa. Candi perwara di kiri dan kanannya, diduga berisi arca angsa (tunggangan Brahma) dan arca garuda (tunggangan Vishnu). Sayang kedua arca tersebut tidak ada. Tidak ada satupun bangunan di kompleks candi ini yang berdiri utuh. Candi induk hanya menyisakan bagian lantainya saja dan sebuah yoni di tengah-tengahnya. Kalau dilihat dari ukurannya, kemungkinan candi induk ini hampir sama besarnya dengan candi induk di Candi sambi sari . Di sekitar candi induk terdapat batu-batu candi yang ditempatkan dengan rapi. Aku tidak menemukan adanya arca lain, yang ada hanya beberapa wadah air semacam lumpang. Mungkin ini terkait dengan upacara sembahyang umat Hindu yang menggunakan air.
Satu hal yang membuat candi ini berbeda dari candi-candi lainnya adalah candi ini merupakan tempat ditemukannya Prasasti Canggal yang tertanggal 732 Masehi, berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti tersebut menceritakan mengenai Raja Sanjaya yang gagah berani menaklukkan musuh-musuhnya. Raja Sanjaya diceritakan kemudian membangun sebuah lingga diatas sebuah bukit sebagai tanda kemenangannya. Diduga candi ini merupakan tempat didirikannya lingga tersebut. Sayang, lingga tersebut tidak ada. Kini, Prasasti Canggal disimpan di Museum Nasional di Jakarta.

BAB III

KOMPLEKS CANDI CANGGAL / GUNUNG WUKIR

Kompleks Candi Gunung Wukir berukuran 50×50 meter. Di dalamnya terdapat 1 candi induk yang ukurannya lebih besar daripada yang lainnya dan 3 candi perwara, yang terbuat dari batu andesit. Candi induk menghadap ke arah timur. Karena kepercayaan masyarakat zaman dahulu berorientasi ke matahari terbit yang melambangkan kelahiran. Bangunan candi induk waktu ditemukan hingga sekarang, belum utuh sepenuhnya. Sekarang, hanya terdapat bagian ‘kaki’-nya dan terlihat juga batu isiannya saja. Di tengah bangunan utama terdapat sebuah Yoni. Diperkirakan di atas Yoni, dulunya terdapat sebuah lingga. Dari temuan Yoni tersebut, dapat diketahui juga bahwa Candi Gunung Wukir berlatar belakang Agama Hindu.Tiga buah candi perwara letaknya berderet di depan candi induk dan menghadap ke arah barat. Candi perwara di bagian utara merupakan candi yang sedikit lebih utuh dari pada yang lainnya. Walaupun belum sempurna, sudah terpasang pintu masuk candi perwaranya. Di dalam candi terdapat terdapat sebuah Yoni yang ukurannya lebih kecil daripada Yoni candi induk.

Candi perwara bagian tengah, berhadapan langsung dengan candi induk. Yang dapat disaksikan adalah sebuah arca Nandi dalam posisi mendekam dengan panjang 1,5 meter dan tingginya 60 cm.Candi perwara di bagian selatan merupakan yang paling tidak utuh. Bagian kulit candi sudah banyak yang hilang dan hanya nampak batu isian dari kaki candinya. Di dalam bilik (ruangan) candi ini sudah tidak ditemukan objek pemujaannya. Dan belum jelas juga berupa apakah objek pemujaan tersebut.

Di Kompleks Candi Gunung Wukir terdapat Yoni yang terpisah dari candi yang letaknya di sebelah timur candi perwara bagian selatan. Diperkirakan Yoni tersebut digunakan pada upacara-upacara tertentu pada masanya. Beberapa meter di sebelah selatan candi induk terdapat sebuah lumpang batu. Lumpang batu yang serupa juga ditemukan di atas sungai yang terletak di bawah bukit tempat Candi Gunung Wukir berada.

Sumber mata air merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah candi. Karena air dianggap suci oleh masyarakat pada masa tersebut. Tempat yang baik dalam membangun bangunan suci (candi) adalah di tempat yang tinggi, di atas bukit atau gunung. Di samping itu, bangunan suci sebaiknya berada di dekat air (baik sungai, danau, laut). Bila sumber air tidak ada, harus dibuatkan kolam atau tempat menampung air yang diletakkan di halaman candi. Oleh sebab itu, lumpang batu yang ada di Kompleks Candi Gunung Wukir tersebut kemungkinan digunakan sebagai wadah air.

Di bagian sebelah timur candi, terdapat sederet batu-batu candi yang belum disusun karena keterbatasan temuan. Batu-batu tersebut ditemukan tidak jauh dari Kompleks Candi Gunung Wukir. Di antara batu-batu tersebut, terdapat juga beberapa batu yang sedang dicoba untuk disusun, di antaranya adalah antefiks. Walaupun Candi Gunung Wukir sudah tidak utuh, namun candi tersebut merupakan bangunan pemujaan Agama Hindu dan karya seni yang megah pada masanya.

BAB IV

STRUKTUR BANGUNAN CANDI

Pada Candi Gunung Wukir bangunan masih menyisakan bagian
kaki dan tubuhnya, sedangkan atapnya tidak ada lagi karena rusak (runtuh). Adapun candi-candi Pervaranya yang berjumlah 3, bangunan yang  tersisa hanya pondasinya saja.Dan di situs Candi Gunung Wukir sekarang ini hanya dijumpai sisa bangunan candi, yaitu bagian kaki candi terbawah yang di permukaannya dalam posisi yang miring terdapat batu yoni. Di depan sisa candi itu masih terdapat 3 candi Pervara yang hanya meninggalkan bagian kaki dan sedikit dinding tubuhnya, atap candi-candi Pervara itu tidak ada lagi. strukturnya masih relatif utuh, ada bagian kaki, tubuh, dan atapnya, walaupun memang tidak sempurna sekali. Ukuran candi-candi itu pun relatif kecil apabila dibandingkan dengan candi-candi yang dibangun dalam masa yang kemudian.

Yoni

Nandi

 BAB V

PRASASTI CANGGAL

       Candi Canggal/ Gunung Wukir terkenal karena didapatkan prasti Canggal. Bagian yang dari prasasti itu ditemukan didesa Canggal dibawah bukit, sedangkan potongan yang kecil terdapat di halaman candi. Prasasti Canggal berhuruf  pallawa, dengan candrasangkala: Cruti Indriyarasa (654 saka=732 M), denagan bahasa Sansekerta, terdiri dari 12 baris, dengan isi sebagai berikut:

a)      Baris 1: Lingga didirikan raja Sanjaya diatas bukit Sthirangga tahun 654 Saka (732 M).

b)      Baris 2-6 : Puji-pujian pada Brahma, Wisnu, dan Siwa dengan catatan bahwa untuk Siwa ada tiga bait.

c)      Baris 7 : tentang keadaan tanah dan alam pulau  Jawa yang subur, banyak padi, tambang emas, sungai-sungai, hutan dan gajah.

d)     Baris 8-9 : pujian kepada raja Sanna yang lemah lembut.

e)      Baris 10-12 : Tentang pengganti Sanna adalah Sanjaya, anak Sahana ( saudara perempuan Sanna ), raja gagah berani, dihormati raja-raja dan punjangga karena ahli kitab, berikat pinggang samudera dan berdada gunung, rakyat hidup tentram, Dewi Kali tak bias berbuat apa-apa.

Bentuk Prasasti

a)     Prasasti  Canggal merupakan prasasti terbesar di Indonesia, tingginya 1 meter, terbuat dari batu andesit.

b)   Bagian kiri bawah mengalami kerusakan, bagian atas berbentuk kurawal (accolade) dengan hiasan bunga padma (Lotus), sebagai lambing kesucian.

BAB VI

KESIMPULAN

       Candi Canggal merupakan Candi tertua yang dibangun pada masa pemerintahan raja Sanjaya pada masa antara 732 dan 930 M. Dalam candi tersebut di temukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini. Dari penjelasan tersebut juga dapat diketahui bahwa candi tersebut berlatar belakang agam Hindu.

DAFTAR PUSTAKA

A.J. Bernet Kempers dan Soekmono. 1974. Seri Peninggalan Purbakala 11 Candi Mendut, Pawon dan Borobudur. Penerbit Ganaco N.U. Jakarta

Wiharyanto A Kardiyat.2009. Studi Lapangan Semester 111 Borobudur Dan Sekitarnya. Penerbit Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta

http://akudanarkeologi.blogspot.com/2008/09/kompleks-candi-gunung-wukir.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Gunung_Wukir

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=118&fname=sej106_09.htm

 

LAMPIRAN

Peta Lokasi Penemuan Candi di Jawa Tengah