Makalah Candi CanggaL (Study Tour Semester 2)

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan bimbinganNyalah makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun sebagai tugas studi tour. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan peran serta dari berbagai pihak.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan tidak lepas dari kekurangan, maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun agar dalam penulisan makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua.

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gunung Wukir adalah sebuah nama yang terkenal dalam sejarah kuno Indonesia. Letaknya terpencil, di bukit ini ditemukan prasati yang tertua di Jawa Tengah yaitu prasasti Canggal, yang berangka tahun 732 M, dan berasal dari  Dinasti Sanjaya masa antara 732 dan 930 M.

Bagi masyarakat Jawa, istilah candi dipergunakan untuk memberi istilah pada bangunan peninggalan sejarah dari jaman Hindu dan Buddha di Jawa. Istilah candi berasal dari kata Candika, yaitu salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi Kematian. Oleh karenanya, sering muncul anggapan bahwa candi selalu berkaitan dengan kematian. Memang, berdasarkan catatan arkeologi, candi pada umumnya dibangun sebagai tempat pemakaman atau penyimpanan abu jenasah seorang raja atau tokoh tertentu. Namun tidak semua yang disebut candi merupakan tempat pemakaman. Fungsi sebagai tempat pemujaan jauh lebih menonjol dan menjadi karakteristik khas dari setiap bangunan candi.

Dari sisi kosmologi, candi-candi selalu dibangun berdasarkan kepercayaan tentang keselarasan antara jagad raya sebagai makrokosmos dengan dunia manusia sebagai mikrokosmos. Kehidupan manusia senantiasa dipengaruhi oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari kekuatan alam di lingkungannya. Apa yang akan terjadi, tergantung dari kemampuan manusia dalam menyiasati keselarasan hidup mereka dengan jagad raya. Pembangunan candi juga mempertimbangkan segi mitologi, astronomi serta mengacu pada kekuatan spiritual sesuai dengan fungsinya sebagai tempat pemujaan.

Sebagai sebuah bangunan, secara vertikal candi terdiri dari 3 bagian, yaitu : bagian kaki, tubuh dan atap candi. Bagian kaki yang menjadi pondasi candi umumnya berbentuk persegi. Pada satu atau beberapa sisinya, terdapat tangga yang dipergunakan untuk mencapai bagian yang lebih tinggi. Pada bagian tengah pondasi inilah terkadang dijumpai lubang yang berfungsi untuk menyimpan abu jenasah raja. Diatas lubang ditempatkan patung dewa yang dianggap menjelma ke dalam tubuh sang raja.

Bagian tubuh candi umumnya berbentuk bilik dengan ukuran yang lebih kecil dari bagian kaki, sehingga masih terdapat ruang yang terbuka di sisi luarnya. Pada bagian ini seseorang bisa berjalan mengelilingi candi, yang dikenal dengan istilah Pradaksina. Bagian atas candi berupa atap yang menutup tubuh atau bilik candi. Bentuknya menyerupai gunung yang bertangga-tangga, menyerupai mahkota, lingga atau stupa. Dari sisi bentuk, candi-candi di Jawa Tengah umumnya lebih ramping dibanding candi-candi di Jawa Timur yang usianya lebih muda.  Secara horizontal, lingkungan suatu candi biasanya terbagi menjadi beberapa bagian halaman, yaitu : halaman pertama di bagian pusat atau jeroan, halaman kedua di sisi luarnya yang disebut tengahan, serta halaman paling luar atau disebut njaba.

Candi-candi di Jawa Tengah umumnya terbuat dari batu andesit yang biasa terdapat di sekitar gunung berapi. Bahan-bahan lain seperti batu putih hanya dipergunakan sebagai pelengkap, semisal sebagai pagar keliling candi. Batu-batu ini disusun tanpa adonan spesi, kecuali pada bagian tertentu di sisi luar. Setelah bentuknya tersusun, barulah hiasan-hiasan dipahatkan pada permukaaannya yang rata. Pada saat ditemukan, sebagian besar candi berada dalam kondisi rusak berat. Bebatuan yang menjadi inti bangunannya berserakan di sejumlah tempat, terkadang hingga jauh dari tempatnya semula. Bahkan sebagian dari bebatuan candi yang bernilai sejarah itu telah berubah fungsi, seperti menjadi tanggul atau pondasi rumah penduduk yang bermukim di sekitarnya.

Banyak alasan yang biasanya dikemukakan untuk menjelaskan kerusakan candi-candi di masa lampau.  Diantaranya adalah munculnya bencana alam yang sangat dahsyat, seperti banjir, gempa bumi atau letusan gunung berapi. Peperangan dan perebutan kekuasaan juga ditengarai menjadi penyebab kerusakan itu. Dalam setiap peperangan, pusat-pusat pemerintahan kerajaan umumnya menjadi target untuk dibumihanguskan. Candi sebagai bangunan suci pun tak luput dari pengrusakan dan penghancuran selama perang berlangsung.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah diatas penulis memandang sangat perlu mengkaji peristiwa yang melatar belakanginya. Maka penulis merumuskan masalah laporan penelitian sebagai berikut :

1)      Bagaimana sejarah berdirinya Candi Canggal / Gunung Wukir ?

2)      Bagaimana kompleks Candi Canggal / Gunung Wukir ?

3)      Bagaimana struktur bangunana Candi Canggal / Gunung Wukir ?

4)      Apa isi dari Prasasti Canggal ?

  1. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1)      Tujuan Penelitian

Tujuan pembuatan laporan penelitian mengacu pada rumusan masalah yang merupakan acuan permasalahan yang harus dipecahkan dalam pembuatan laporan penelitian ini. Oleh karena, tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

a)      Mengetahui sejarah berdirinya candi Canggal atau gunung Wukir

b)      Mengetahui komplek candi Canggal atau gunung Wukir

c)      Mengetahui struktur bangunan Candi Canggal atau Gunung Wukir

d)     Mengetahui isi dari Prasasti Candi Canggal / Gunung Wukir

2)      Manfaat penulisan

Manfaat pembuatan laporan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan informasi bagi mahasiswa, masyarakat, dan instansi-instansi yang mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung dengan situs sejarah tersebut.

  1. Metode Penelitian

Dalam memperoleh data mengenai candi Canggal atau gunung Wukir, penulis menggunakan beberapa metode :

1)      Metode Observasi

Penulis mengadakan serta mendatangi candi Canggal atau Gunung wukir dan melakukan penelitian disana.

2)      Metode studi pustaka

Selain pengamatan penelitian langsung, penulis juga mencari buku atau referensi dan webside yang berkaitan dengan candi Canggal atau Gunung Wukir.

BAB II

SEJARAH CANDI CANGGAL/ GUNUNG WUKIR

Candi Gunung Wukir juga sering disebut Candi Canggal sesuai nama dusun dimana candi ini berada, di wilayah Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Situs bernuansa Hindu yang terletak di puncak bukit ini menjadi istimewa karena disinilah ditemukan Prasasti Canggal, prasasti tertua yang bisa sedikit menjelaskan peradaban Mataram Kuno.

Prasasti Canggal ditulis sekitar tahun 732 Masehi oleh Raja Sanjaya yang mendirikan candi ini sebagai tempat suci untuk memuja Dewa Siwa. Bukti pemujaan kepada Dewa Siwa dapat ditengarai dari adanya bentuk lingga, yoni dan arca Nandi. canggal atau gunung wukir. Pendirian candi sebagai tempat suci ini dapat dianggap sebagai tanda pendirian sebuah kerajaan. Dalam prasasti-prasasti yang ditemukan sesudah Prasasti Canggal, nama Sanjaya sebagai pendiri kerajaan ini lebih sering disebut sebagai Rakai Mataram, sesuai nama wilayah yang diperintahnya. Pada mulanya, Mataram adalah wilayah kecil yang diperintah oleh Sanjaya, yang kemudian dijadikan nama kerajaan yang didirikannya. Pusat pemerintahannya ada di Medang Bhumi Mataram. Dimana tempat ini sekarang, tidak dapat diketahui dengan pasti.

Candi Gunung Wukir memiliki satu candi induk yang menghadap ke arah timur dan tiga candi perwara. Di candi perwara yang tepat menghadap ke candi induk, berisi arca Nandi yang merupakan tunggangan Siwa. Candi perwara di kiri dan kanannya, diduga berisi arca angsa (tunggangan Brahma) dan arca garuda (tunggangan Vishnu). Sayang kedua arca tersebut tidak ada. Tidak ada satupun bangunan di kompleks candi ini yang berdiri utuh. Candi induk hanya menyisakan bagian lantainya saja dan sebuah yoni di tengah-tengahnya. Kalau dilihat dari ukurannya, kemungkinan candi induk ini hampir sama besarnya dengan candi induk di Candi sambi sari . Di sekitar candi induk terdapat batu-batu candi yang ditempatkan dengan rapi. Aku tidak menemukan adanya arca lain, yang ada hanya beberapa wadah air semacam lumpang. Mungkin ini terkait dengan upacara sembahyang umat Hindu yang menggunakan air.
Satu hal yang membuat candi ini berbeda dari candi-candi lainnya adalah candi ini merupakan tempat ditemukannya Prasasti Canggal yang tertanggal 732 Masehi, berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti tersebut menceritakan mengenai Raja Sanjaya yang gagah berani menaklukkan musuh-musuhnya. Raja Sanjaya diceritakan kemudian membangun sebuah lingga diatas sebuah bukit sebagai tanda kemenangannya. Diduga candi ini merupakan tempat didirikannya lingga tersebut. Sayang, lingga tersebut tidak ada. Kini, Prasasti Canggal disimpan di Museum Nasional di Jakarta.

BAB III

KOMPLEKS CANDI CANGGAL / GUNUNG WUKIR

Kompleks Candi Gunung Wukir berukuran 50×50 meter. Di dalamnya terdapat 1 candi induk yang ukurannya lebih besar daripada yang lainnya dan 3 candi perwara, yang terbuat dari batu andesit. Candi induk menghadap ke arah timur. Karena kepercayaan masyarakat zaman dahulu berorientasi ke matahari terbit yang melambangkan kelahiran. Bangunan candi induk waktu ditemukan hingga sekarang, belum utuh sepenuhnya. Sekarang, hanya terdapat bagian ‘kaki’-nya dan terlihat juga batu isiannya saja. Di tengah bangunan utama terdapat sebuah Yoni. Diperkirakan di atas Yoni, dulunya terdapat sebuah lingga. Dari temuan Yoni tersebut, dapat diketahui juga bahwa Candi Gunung Wukir berlatar belakang Agama Hindu.Tiga buah candi perwara letaknya berderet di depan candi induk dan menghadap ke arah barat. Candi perwara di bagian utara merupakan candi yang sedikit lebih utuh dari pada yang lainnya. Walaupun belum sempurna, sudah terpasang pintu masuk candi perwaranya. Di dalam candi terdapat terdapat sebuah Yoni yang ukurannya lebih kecil daripada Yoni candi induk.

Candi perwara bagian tengah, berhadapan langsung dengan candi induk. Yang dapat disaksikan adalah sebuah arca Nandi dalam posisi mendekam dengan panjang 1,5 meter dan tingginya 60 cm.Candi perwara di bagian selatan merupakan yang paling tidak utuh. Bagian kulit candi sudah banyak yang hilang dan hanya nampak batu isian dari kaki candinya. Di dalam bilik (ruangan) candi ini sudah tidak ditemukan objek pemujaannya. Dan belum jelas juga berupa apakah objek pemujaan tersebut.

Di Kompleks Candi Gunung Wukir terdapat Yoni yang terpisah dari candi yang letaknya di sebelah timur candi perwara bagian selatan. Diperkirakan Yoni tersebut digunakan pada upacara-upacara tertentu pada masanya. Beberapa meter di sebelah selatan candi induk terdapat sebuah lumpang batu. Lumpang batu yang serupa juga ditemukan di atas sungai yang terletak di bawah bukit tempat Candi Gunung Wukir berada.

Sumber mata air merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah candi. Karena air dianggap suci oleh masyarakat pada masa tersebut. Tempat yang baik dalam membangun bangunan suci (candi) adalah di tempat yang tinggi, di atas bukit atau gunung. Di samping itu, bangunan suci sebaiknya berada di dekat air (baik sungai, danau, laut). Bila sumber air tidak ada, harus dibuatkan kolam atau tempat menampung air yang diletakkan di halaman candi. Oleh sebab itu, lumpang batu yang ada di Kompleks Candi Gunung Wukir tersebut kemungkinan digunakan sebagai wadah air.

Di bagian sebelah timur candi, terdapat sederet batu-batu candi yang belum disusun karena keterbatasan temuan. Batu-batu tersebut ditemukan tidak jauh dari Kompleks Candi Gunung Wukir. Di antara batu-batu tersebut, terdapat juga beberapa batu yang sedang dicoba untuk disusun, di antaranya adalah antefiks. Walaupun Candi Gunung Wukir sudah tidak utuh, namun candi tersebut merupakan bangunan pemujaan Agama Hindu dan karya seni yang megah pada masanya.

BAB IV

STRUKTUR BANGUNAN CANDI

Pada Candi Gunung Wukir bangunan masih menyisakan bagian
kaki dan tubuhnya, sedangkan atapnya tidak ada lagi karena rusak (runtuh). Adapun candi-candi Pervaranya yang berjumlah 3, bangunan yang  tersisa hanya pondasinya saja.Dan di situs Candi Gunung Wukir sekarang ini hanya dijumpai sisa bangunan candi, yaitu bagian kaki candi terbawah yang di permukaannya dalam posisi yang miring terdapat batu yoni. Di depan sisa candi itu masih terdapat 3 candi Pervara yang hanya meninggalkan bagian kaki dan sedikit dinding tubuhnya, atap candi-candi Pervara itu tidak ada lagi. strukturnya masih relatif utuh, ada bagian kaki, tubuh, dan atapnya, walaupun memang tidak sempurna sekali. Ukuran candi-candi itu pun relatif kecil apabila dibandingkan dengan candi-candi yang dibangun dalam masa yang kemudian.

Yoni

Nandi

 BAB V

PRASASTI CANGGAL

       Candi Canggal/ Gunung Wukir terkenal karena didapatkan prasti Canggal. Bagian yang dari prasasti itu ditemukan didesa Canggal dibawah bukit, sedangkan potongan yang kecil terdapat di halaman candi. Prasasti Canggal berhuruf  pallawa, dengan candrasangkala: Cruti Indriyarasa (654 saka=732 M), denagan bahasa Sansekerta, terdiri dari 12 baris, dengan isi sebagai berikut:

a)      Baris 1: Lingga didirikan raja Sanjaya diatas bukit Sthirangga tahun 654 Saka (732 M).

b)      Baris 2-6 : Puji-pujian pada Brahma, Wisnu, dan Siwa dengan catatan bahwa untuk Siwa ada tiga bait.

c)      Baris 7 : tentang keadaan tanah dan alam pulau  Jawa yang subur, banyak padi, tambang emas, sungai-sungai, hutan dan gajah.

d)     Baris 8-9 : pujian kepada raja Sanna yang lemah lembut.

e)      Baris 10-12 : Tentang pengganti Sanna adalah Sanjaya, anak Sahana ( saudara perempuan Sanna ), raja gagah berani, dihormati raja-raja dan punjangga karena ahli kitab, berikat pinggang samudera dan berdada gunung, rakyat hidup tentram, Dewi Kali tak bias berbuat apa-apa.

Bentuk Prasasti

a)     Prasasti  Canggal merupakan prasasti terbesar di Indonesia, tingginya 1 meter, terbuat dari batu andesit.

b)   Bagian kiri bawah mengalami kerusakan, bagian atas berbentuk kurawal (accolade) dengan hiasan bunga padma (Lotus), sebagai lambing kesucian.

BAB VI

KESIMPULAN

       Candi Canggal merupakan Candi tertua yang dibangun pada masa pemerintahan raja Sanjaya pada masa antara 732 dan 930 M. Dalam candi tersebut di temukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini. Dari penjelasan tersebut juga dapat diketahui bahwa candi tersebut berlatar belakang agam Hindu.

DAFTAR PUSTAKA

A.J. Bernet Kempers dan Soekmono. 1974. Seri Peninggalan Purbakala 11 Candi Mendut, Pawon dan Borobudur. Penerbit Ganaco N.U. Jakarta

Wiharyanto A Kardiyat.2009. Studi Lapangan Semester 111 Borobudur Dan Sekitarnya. Penerbit Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta

http://akudanarkeologi.blogspot.com/2008/09/kompleks-candi-gunung-wukir.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Gunung_Wukir

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=118&fname=sej106_09.htm

 

LAMPIRAN

Peta Lokasi Penemuan Candi di Jawa Tengah

2 thoughts on “Makalah Candi CanggaL (Study Tour Semester 2)

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s