Sungai Panjang dan Besar di Kalimantan

Hasilkan uang dari Blogmu, Klik Tautan dibawah ini
ACCESS TRADE REGISTER NOW!

penghasil uang terpercaya
ACCESS TRADE
1. Sungai Kapuas-Kalimantan (1.143 km)
Sungai Kapuas atau sungai batang Lawai (Laue) merupakan sungai yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan rumah dari lebih 300 jenis ikan. Belakangan ini sungai ini tercemar berat, akibat aktivitas penambangan emas di sungai ini. Walaupun telah mengalami pencemaran Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai ini. Sebagai sarana transportasi yang murah, Sungai Kapuas dapat menghubungkan daerah satu ke daerah lain di wilayah Kalimantan Barat. Dan selain itu juga merupakan sumber mata pencaharian untuk menambah penghasilan keluarga dengan menjadi penangkap ikan.


2. Sungai Mahakam (920 km)
Mahakam merupakan nama sebuah sungai terbesar di provinsi Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar. Sungai dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Di sungai hidup spesies mamalia ikan air tawar yang terancam punah, yakni Pesut Mahakam.
Sungai Mahakam sejak dulu hingga saat ini memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi.




3. Sungai Barito-Kalimantan (704 km)
Sungai Barito atau sungai Banjar Besar atau Sungai Banjarmasin adalah wilayah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Barito. Nama Barito diambil berdasarkan nama daerah Barito yang berada di hulu termasuk wilayah provinsi Kalimantan Tengah, tetapi sering dipakai untuk menamakan seluruh daerah aliran sungai ini hingga ke muaranya pada Laut Jawa di Kalimantan Selatan yang dinamakan Muara Banjar/Kuala Banjar. Sungai Barito disebut juga Sungai Banjar (Banjar river) atau Sungai Cina (China river).

Iklan

Pesona Air Terjun Di Bumi Kalimantan

1. Air Terjun Haratai, KAL-SEL

Objek wisata Air terjun Haratai terletak di desa Haratai, lebih kurang 15 menit perjalanan dengan jalan kaki dari Balai Haratai, dapat ditempuh dengan memasuki hutan bambu dan perkebunan karet atau kayu manis. Objek wisata Air terjun Haratai merupakan salah satu objek wisata yang ada di kalimantan selatan. air terjun Haratai terletak di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Air terjun Haratai merupakan salah satu obyek wisata yang menjadi primadona bagi masyarakat Kalimantan Selatan, karena daerahnya yang asri dan juga pemandangannya yang indah.
Saat pertama kali kita mendatangi tempat ini, mata kita akan terkagum melihat keindahan deburan air yang jatuh, dengan suara gemuruh yang cukup keras.Air terjun tersebut bertingkat tiga dengan ketinggian masing-masing 13 meter. selain itu di tempat ini juga di sediakan gazebo untuk kita beristirahat, atau bersantai sambil menikmati suasana.Wisata Indonesia Surga Dunia. Sumber: http://www.slowbos.com/thread/109481/menikmati-wisata-air-terjun-haratai

2. Air Terjun Balang Daras, KAL-SEL
Air terjun Balangdaras adalah sebuah air terjun yang terletak 25 km dari Kota Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel, tepatnya di Desa Tanjung, Pelaihari, Tanah Laut.
Air terjun Balangdaras memiliki panorama pegunungan yang indah dan eksotik. Berada di ketinggian pegunungan dengan ketinggian ± 45 meter. Air Terjun Balangdaras yang berada di kawasan Pegunungan Meratus. Sumber:http://mylifemeiyanna.blogspot.com/2010/06/air-terjun-balang-daras-kalimantan.html

3. Air Terjun Tosah, KAL-TENG
berolakasi di Desa Muara Ja,an Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, keindahan alam yang disebut air terjun tosah ini terletak, meski di Kabupaten paling utara Kalteng ini banyak terdapat air terjun, namun air terjun tosah ini memiliki keunikan tersendiri.
Saat pertama kali menghampirinya, kami terkesima dengan keindahan air terjun yang, memiliki ketinggian yang sempurna menambah derasnya percikan air yang menghempas ke bebatuan cadas dan embunnya pun membasahi hutan rimbun membuat air terjun tersebut benar benar merupakan keindahan alam masa lalu yang tidak perbah terjamah oleh tangan manusia.
Ditambah perjalanan menuju objek wisata ini pun tidak terlalu sulit karena hanya dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam dengan kendaraan mobil. Kita dapat secara langsung melihat keindahan hasil ciptaan tuhan yang benar benar membuat kita sendiri terkesima dan hatipun sejuk dan tentram saat menikmati keindahan alam nan asri di dekatnya.
Berada di kawasan jalan menuju Puruk Cahu- Muara Teweh air terjun yang memiliki tinggi sekitar 5 meter dengan luas sekitar 10 meter ini pun dapat kita jumpai dengan melewati mendan jalan yang tidak begitu berat.
Dengan suara hempasan air yang seolah memecah keheningan hutan rimbun ditambah suara desiran angin diantara dedaunan menambah suasana alam sekita air terjun benar benar asri. Bebatuan berukuran besar pun seperti tidak kalah indahnya, terhampar mengelilingi aliran air, bebantuan ini memiliki bentuk bentuk nya yang unik dan seperti sengaja dibuat untuk tempat duduk bersantai memandang desiran air gunung yang jernih itu berjatuhan.
Namun sayang air terjun ini masih banyak belum dketahui oleh masyarakat setempat, dan kurang mendapat perhatian dari Pemerintah, sehingga sangat jarang didatangi oleh masyarakat atau wisatawan. Mungkin karena jalan nya yangmasih menggunakan jalan setapak yang sedikit becek.
Bisa dipastikan apabila asset wisata nan indah ini benar benar dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi objek wisata yang membahwa nama Mura dikenal di dunia wisata nasional bahkan internasional.
Karena dari hasil pantauan kami, banyak potensi potensi lain yang bisa dikembangkan di sekitar air terjun itu, baik ekowisata, hingga out bond.
Namun warga sekitar tampaknya lebih tanggap,warga desa Muara Ja,an sudah menyampaikan usul untuk mereka mengelola sendiri secara swadaya air terjun tersebut. Termasuk membuat akses jalan secara bergotong royong yang nanti akan menjadi sumber pedapatan desa.
“ masyarakat desa Muara Ja,an sudah menyampaikan usulan untuk mengelola air terjun Tosah terrsebut kepada saya, tentunya saya sangat mendukung dan akkan memfasilitasi mereka. Saya bersyukur masyarakat punya inisiatif seperti ini untuk ikut membantu mengembangkan pariwisata di Murung Raya dan berharap air terjun Tosah nantinya apabila dikelola dengan baik bisa menjadi objek wisata yang mampu menarik para wisatawan. Sumber : http://pariwisatamura.blogspot.com

4. Air Terjun Bumbun, KAL-BAR
Air Terjun Bumbun memiliki tujuh tingkatan, dengan tingkatan tertinggi mencapai 20 an meter tingginya Air.terjun ini hanya berjarak kurang dari 100 meter dari jalan yang menghubungkan Saripoi–Laas.
Lokasi Terletak di Desa Muara Tuhup/Tumbang Olong, Kecamatan Uut Murung, Kabupaten, Propinsi Kalimantan Tengah.
Peta dan Koordinat GPS:Aksesbilitas
Berjarak ± 35 Km dari Kota Puruk Cahu. Wisata Lain Sekitar 7 Km dari Air Terjun Bumbun ke arah utara, tepatnya di Laas, Kecamatan Uut Murung, terdapat Equatorial Monument atau tugu khatulistiwa yang menunjukkan bahwa daerah ini berada persis di garis khatulistiwa. Akan tetapi tugu khatulistiwa ini tidak sebesar tugu khatulistiwa yang ada di Pontianak. Sumber :
http://pariwisatamura.blogspot.com/2011_08_01_archive.html
/2011_08_01_archive.html




5. Air Terjun Inar, KAL-TIM
Air Terjun Inar terletak di Kampung Temula Kecamatan Nyuatan. merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Kutai Barat dengan ketinggian 30 m. Jantur itu masih kelihatan alami dengan lumut-lumut yang menempel di batu-batu dan tumbuhan liar disekelilingnya. Untuk melihat keindahan jantur inar pengunjung harur menurunu sekitar 200 anak tangga berjarak 20 cm antara satu sama lain. Jika berada disekitar lokasi pemandian serasa hawa sejuk yang berasal dari hempasan air yang jatuh menerpa bebatuan. Pesona inilahsalah satunya yang menjadi daya tarik dari Jantur Inar. Untuk menuju lokasi ini bisa mengunakan sepada motor atau mobil menempuh jarak 30 km dari pusat kota Sendawar. Sumber:http://www.kubarkab.go.id/wisata-budaya.php?id=15



6. Air Terjun Keneheq, KAL-TIM



wewe

7. Air Terjun Pancur Aji, KAL-BAR
kota sanggau terdapat tempat rekreasi yang menarik yang dinamakan air terjun pancur aji yang terletak didaerah bunut yang mana disepanjang jalan melewati pemukiman masyarakat dan melewati tempat rekreasi kolam renang pak donat, perjalanannya dari kota sanggau menempuh jarak kira-kira 30 menit, untuk menempuh jalan ke sana kita menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
dalam perjalanan menuju ke Air Terjun Pancur Aji kita melewati jalan yang berliku-liku dan bergunung disamping itu tempat rekreasi air terjun pancur aji terdapat pula kebun binatang yang ada diwilayah sanggau seperti:buaya,orang hutan,burung,bangau,ular,kijang dan lain-lain.
sebelum memasuki daerah air terjun kita melewati pintu gerbang dan membayar tiket dengan kendaraan roda 2 Rp.9000 dan kendaraan roda 4 Rp. 20.000. selanjutnya kita jalan menuju parkir yang mana dikenakan biaya Rp 1000, dan kita menuju keair terjun kira-kira 5 menit.
Setiap hari libur banyak pengunjung yang berkunjung disana suasana air terjunnya sangat dingin dan pemandangan air yang sangat indah dan arusnya yang sangat deras, tempat air terjun itu cocok untuk arung jeram, di sana juga terdapat toko yang menjual makanan dan cinderamata khas sanggau yaitu :kalung manik-manik, gantungan kunci serta tas anyaman dari rotan dan bambu dan lain-lain, dan makanannya berupa lempok durian, lemang, dodol,dan di sana juga terdapat kebun buah yang mana kita bisa memetik sendiri dan membeli untuk di bawa pulang untuk oleh-oleh sebuah tangan. Sumber: http://entikong.web.id/air-terjun-pancur-aji



8. Air Terjun Tikalong, KAL-BAR

9. Air Terjun/Jantur Menarung, KAL-TIM


10. Air Terjun/Jantur Mapan, KAL-TIM

(cukup segini duluu…. tapi Masih Banyak Lgi puluhan bahkan hingga Ratusan Air terjun yang masih tersembunyi dan susah dijangkau…. mungkin lain kali baru di share lagi.. bye..byee)

Keajaiban Alam Bumi Kalimantan

1. Batu Dinding, Kutai Barat- KALTIM
Batu dinding merupakan sebuah keunikan dan keindahan alam yang ada di kalimantan timur. bantu dinding ini berada di hulu mahakam yang berada di kecamatan Long Bagun daerah kabupaten Kutai Barat.
Panjang batu dinding sekitar 800 meter dan tingginya mencapai kurang lebih 100 – 120 meter. hubungan batu dinding dengan Kecamatan sungai Boh adalah merupakan jalur akses air yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dengan Kabupaten Malinau. long bagun merupakan kecamatan tetangga dari kecamatan sungai boh sebelah selatan. Untuk mencapai sungai boh dari Kecamatan long bagun setelah jalur air di lanjut dengan jalur darat sektar 5 – 6 jam perjalanan untuk bisa sampai ke kecamatan sungai boh. jika kita ingin menuju ke kecamatan sungai boh dari samarinda dengan jalur air maka kita akan melewati bantu dinding ini.

Keunikan lain dari batu dinding ini selain dari bentuk, di batu dinding ini terdapat sebuah kuburan..!! Sumber: http://sutrisman-anakkenyahbankung.blogspot.com/2011/06/batu-dinding-sungai-mahakam-long-bagun.html





2. Bukit Kelam, Sintang-KALBAR
Kawasan Wisata Bukit Kelam yang berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai. Daya tarik objek wisata alam perbukitan khususnya kawasan wisata alam Bukit Kelam dapat dilihat dari kondisi perbukitan itu sendiri yang memiliki keindahan yang khas. Hutan wisata Bukit Kelam berada diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas dan termasuk didalam SdubDAS Melawi dimana keberadaan hutan wisata tersebut merupakan kawasan sumber air yang mengalir sebagai sungai yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi.
Berdasarkan pengamatan diketahui kualitas baik perairan sungai di hutan wisata didominasi oleh perbukitan dan hutan wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata alarn dan untuk lokasi terbang layang dan panjat tebing karena terletak pada ketinggian 50 – 900 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 15° – 40° serta kemiringan diatas 45°. Pohon yang tumbuh dikaki bukit umumnya berbatang tinggi, sedangkan dipuncaknya ditumbuhi semak semak. Pada dinding bukit jarang ditumbuhi tumbuhan karena terdiri dari batu terjal sehingga pepohonan yang yang tumbuh dan tertata rapi didalam jambangan.
Di Bukit ini juga terdapat tumbuh-tumbuhan langka seperti Kantong Semar Raksasa yang oleh masyarakat setempat dipergunakan sebagai wadah untuk menanak nasi, selain itu juga terdapat Anggrek Hitam. Saat ini kawasan Bukit Kelam sudah direnopasi dan kawasan ini dijadikan sebagai Pusat Perkemahan bagi pramuka. Untuk mencapai puncak Bukit Kelam saat ini sudah dibangun sebuah tangga dengan ketinggian 90 m yang terletak disebelah barat. Kawasan Bukit Kelam saat ini terus dikembangkan karena punya rentetan perbukitan lainnya seperti Bukit Luit dan Bukit Rentab. Selain itu juga kawasan ini sangat baik jika dibangun tempat peristirahatan yang nantinya dapat dikembangkan menjadi desa wisata yang menarik dan unik.
Hal ini juga tidak terlepas dari keberadaan dua rumah panjang didekat lokasi perbukitan ini yaitu Rumah Panjang Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang.
Bagi pengunjung yang suka bertualang menghadapi tantangan alam dan merindukan pemandangan alam yang asli maka Bukit Kelam adalah tempat yang cocok dalam memenuhi selera anda. Pendakian ke puncak bukit dapat ditempuh melalui dua cara:
* Menggunakan Tangga
* Melalui Tebing Batu yang sangat terjal dan menantang.
Dari Puncak Bukit dapat terlihat pemandangan alam yang sangat indah seperti:
* Hutan tropis dan berbagai jenis tanaman langka
* Dua aliran sungai yang mengapit Kota kabupaten
* Tata Kota Sintang dan persawahan yang ada dibawahnya. Sumber:http://www.kalimantan-news.com/wisata.php?idw=1
Yang kesemuanya merupakan pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan panorama alam yang sangat nyaman, dapat dikunjungi melalui transportasi darat dengan jarak dari Kota 18 Km.






3. Kersik Luway (Padang Pasir ditengah hutan Kutai Barat, menyimpan berbagai macam jenis Anggrek langka.. Anggrek hitam), Kutai Barat-KALTIM
Anggrek Hitam berada dikawasan Kersik Luway terletak di Kampung Sekolaq Darat Kecamatan Sekolaq Darat, mempunyai keunikan tersendiri dengan bentuk dan corak anggrek hitam (Coelogyne pandurata) yang sangat khas, Ada beberapa jenis anggerek lain yang bisa ditemukan disini selain anggrek hitam di antaranya Erya Vania, Erya Florida,Coelogy Rocus Roini dan Bulpophylum Mututina. Selain anggerek juga terdapat Kantung semar . Fasilitas di likasi terdapat ruang informasi, fasilitas kebutuhan bagi wisatawan tersedia. Namun saat ini kondisi cagar alam ini cukup memprihatinkan akibat sering terjadi kebakaran hutan yang mengakibatkan terus berkurangnya vegetasi anggerek, kelompok penangkaran anggerek. Menuju lokasi ini dapat menggunakan mobil dan bus menempuh jarak 15 Km dari pusat kota Sendawar.Sumber:http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/kutai-barat/anggrek-hitam-kersik-luway/



Peninggalan Sejarah Yang Sangat Unik Dan Menakjubkan.

1. Candi Borobodur


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.[2] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.[3] Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.[4]

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur

2. Machu Picchu



Machu Picchu (“Gunung Tua” dalam bahasa Quechua; sering juga disebut “Kota Inca yang hilang”) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.
Merupakan simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun 1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Kerajaan Inka. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya kembali pada tahun1911. Sejak itu, Machu Picchu menjadi objek wisata yang menarik bagi para turis lokal maupun asing.
Machu Picchu dibangun dengan gaya Inka kuno dengan batu tembok berpelitur. Bangunan utamanya adalah Intihuatana, Kuil Matahari, dan Ruangan Tiga Jendela. Tempat-tempat ini disebut sebagai Distrik Sakral dari Machu Picchu.
Situs tersebut telah ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1983, Machu Picchu juga merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia baru, juga mendapatkan perhatian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh pariwisata (jumlah pengunjung mencapai 400,000 pada tahun 2003). Pada bulan September tahun 2007, Peru melakukan usaha-usaha legal dengan hasil tercapainya sebuah persetujuan dengan Universitas Yale untuk mengambil kembali artifak-artifak yang pernah dibawa oleh Bingham dari situs tersebut pada awal abad 20.

3. Tembok Raksasa China



Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina (hanzi tradisional: 長城; hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia, terletak di Republik Rakyat Cina.[1][2][3]
Tembok Raksasa Cina dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.[4][5] Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Tembok Raksasa Cina tidak panjang terus menerus, tapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Cina utara.[6] Pada tanggal 18 April 2009[7], setelah investigasi secara akurat oleh pemerintah Republik Rakyat Cina, diumumkan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada periode Dinasti Ming panjangnya adalah 8.851 km.[6]

Menurut catatan sejarah, setelah tembok panjang dibangun oleh Ming, barulah dikenal istilah “changcheng” (长城, “tembok besar” atau “tembok panjang”).[3] Sebelumnya istilah tersebut tidak ditemukan.[3] Istilah Tembok Raksasa Cina dalam Bahasa Mandarin adalah “wanli changcheng”, bermakna “tembok yang panjangnya 10 ribu li”.[3] Pada masa sekarang istilah ini resmi digunakan.[3]
Pada tahun 2009, Badan Survei dan Pemetaan dan Badan Administrasi Warisan Budaya Republik Rakyat Cina melakukan penelitian untuk menghitung ulang panjang Tembok Raksasa Cina.[8] Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tembok Raksasa Cina lebih panjang daripada rentang yang saat ini diketahui.[8] Menurut pengukuran, panjang keseluruhan tembok mencapai 8.850 km.[8] Proyek tersebut juga telah menemukan bagian-bagian tembok lain yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 km, serta pembatas alami seperti perbukitan dan sungai sepanjang 2232 km.[8] Rentang rata-rata Tembok Raksasa Cina adalah 5000 km, umumnya dikutip dari berbagai catatan sejarah.[8]
Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Tembok_Raksasa_Cina

4. Petra



Petra, sebuah tempat di selatan Negara Jordania, yang merupakan daerah Edom, terletak di antara Laut Mati dan Teluk Aqaba. Dalam bahasa Yunani, “Petra“ berarti kota dari batu. Dalam Perjanjian Lama tempat ini disebut sebagai Sela : “Ia mengalahkan Edom di Lembah Asin, sepuluh ribu orang banyaknya, dan merebut Sela dalam peperangan itu, lalu dinamainyalah kota itu Yokteel; begitulah sampai hari ini” (2 Raja 14:7). Daerah ini menjadi ibu kota serta tempat pertahanan Kerajaan Nabatean sejak abad ke 4 SM sampai abad ke 2 M. Semua peninggalan bangunan dan makam di tempat ini dipahat pada Bukit Tebing Batu berwarna kemerah-merahan. Itulah sebabnya tempat ini pun dikenal sebagai “The Red Rose City”. Kerajaan Romawi menaklukkan tempat ini pada tahun 106 M dan dijadikan salah satu dari propinsi Romawi. Kota ini sendiri terus berkembang di abad ke 2 and ke 3 M, sampai kota saingan mereka, Palmyra mengambil alih sebagian besar kegiatan perdagangan Petra, sehingga kota ini pun menurun kegiatan perdagangannya. Pada abad ke 7 tempat ini ditaklukkan oleh Muslim, dan pada abad ke 12 ditaklukkan juga oleh Pejuang Salib. Dan pada akhirnya kota ini hanya menjadi reruntuhan saja.
Swiss bernama Johann Burckhardt pada tahun 1812. Benteng-benteng yang kokoh, sangat menyolok keindahannya dan terletak pada tebing-tebing yang sempit dan tinggi, dan di beberapa tempat jarak antar 1 tebing dengan tebing yang lain hanya 3,7 meter. Dan di dinding-dinding tebing inilah dipahat secara alami bangunan-bangunan indah seperti : Khaznet Firaoun, Treasury Petra yang indah, teater pertunjukan yang dapat menampung 3000 penonton serta bangunan lainnya. Kesemua bangunan tersebut dipahat di bukit batu berwarna kemerah-merahan. Peninggalan di Petra menunjukkan kejayaan serta kemakmuran tempat ini dahulunya.

Penghuni asli Petra, orang Nabatean (Arab = Al-Anbaat), adalah para pedagang dari daerah selatan Jordania, Kanaan dan bagian utara semenanjung Arab di masa kuno. Asal usul sebenarnya dari orang Nabatean tidak terlalu jelas. Beberapa pendapat mengatakan keberadaan orang Nabatean di Petra (Sela) yang sebelumnya adalah ibukota Kerajaan Edom adalah karena migrasi orang Edom ke daerah Judea yang kosong (akibat orang Yahudi di Judea saat itu yang dibuang ke Babilonia oleh Raja Nebukadnezar), sehingga orang Nabatean sendiri mengambil alih kota Petra, dan mulai tinggal serta mengembangkan kerajaan di tempat ini.

Orang Nabatean menyembah dewa dewi Arab sebelum masa Islam, serta juga mereka mendewakan raja-raja mereka yang sudah mati. Dushara merupakan dewa paling utama bagi mereka beserta dewi Uzza, Allat dan Manah. Banyak patung-patung dipahat di dinding tempat ini untuk menggambarkan dewa dewi mereka. Salah satu raja mereka yang paling besar yang didewakan adalah Obodas I ( yang didewakan setelah kematiannya ). Bangunan yang paling terkenal di Petra (Treasury of Petra) yang dibangun pada awal abad I sebelum masehi didedikasikan kepada raja ini.

500 tahun setelah dibangunnya kota Petra sebagai kota perdagangan, yaitu sekitar abad ke 4 masehi, orang-orang Kristen Bizantium juga datang ke Petra. Athanasius Agung (Bapa Gereja Awal) menyebutkan dalam salah satu tulisannya bahwa Uskup Petra saat itu bernama Asterius. Bahkan ditemukan bukti bahwa salah satu bekas makam di tempat ini dijadikan Gereja.

Kekristenan di Petra hilang semenjak datangnya Islam ke tempat ini pada tahun 629-632. Para pejuang Perang Salib juga menaklukkan tempat ini, dibawah pimpinan Raja Baldwin I dari Kerajaan Jerusalem.
Sumber: http://www.stellatours.com/petra.html

5. Sigirya



Ini adalah sisa-sisa peninggalan istana kuno yang terletak di atas bukit batu. Sigiriya atau Batu Singa, begitu sebutannya. Terletak di Matale District, Sri Lanka, dikelilingi hutan, waduk, juga kebun. Letaknya yang unik, ditambah dengan pemandangan menakjubkan, membuat Sigiriya banyak dikunjungi wisatawan. Melihat dari udara, Sigiriya seperti lukisan kuno yang mengingatkan orang pada Ajanta Caves di India.
Sigiriya dibangun pada masas pemerintahan Raja Kassapa I yang memerintah dari 477-495 AD. Tempat ini adalah satu dari tujuh peninggalan kuno yang dimiliki Sri Langka. Diduga, Sirigiya didiami sejak masa pra-sejarah. Lalu, pada abad ke-5 BC, tempat ini dipakai sebagai biara. (http://merahitam.com/keajaiban-dunia-terbaru.html)
Sigiriya (batu Singa) adalah benteng dan istana batu kuno yang terletak di distrik Matale, Sri Lanka, dikelilingi oleh sisa kebun, waduk dan struktur lainnya. Merupakan destinasi wisata populer, Sigiriya juga terkenal akan lukisan kunonya.[1] Sigiriya dibangun pada masa pemerintahan Raja Kassapa I (477 – 495), dan merupakan salah satu dari tujuh Situs Warisan Dunia UNESCO di Sri Lanka.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sigiriya)

6. Meteora



Metéora (bahasa Yunani: Μετέωρα) adalah salah satu kompleks biara Ortodoks Timur terbesar dan paling penting di Yunani, kedua setelah Gunung Athos.[1] Enam biara di tempat ini dibangun pada pilar batu alami di Thessaly, Yunani Tengah. Kota terdekat dari kompleks ini adalah Kalambaka. Metéora merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. (http://id.wikipedia.org/wiki/Meteora)