BROMO, SURGA WISATA UNTUK WISATAWAN

Menempuh pendidikan di program studi pendidikan sejarah secara tidak langsung telah menumbuhkan rasa cinta saya terhadap keindahan alam dan keberagaman budaya suku bangsa yang ada di Indonesia. Kecintaan itu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu dimana selama mengikuti proses pembelajaran baik meliputi kegiatan akademik maupun non akademik. Mata kuliah yang paling saya suka adalah mata kuliah yang berkaitan dengan Sejarah Kebudayaan. Saya masih ingat ketika menempuh salah satu mala kuliah Sejarah sosial, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok diberi tugas untuk membuat sebuah makalah yang berisi tentang sosial budaya suku bangsa yang ada di Indonesia. Saya mengusulkan kepada anggota kelompok untuk menulis mengenai kehidupan Suku Tengger yang ada di wilayah Jawa Timur dan anggota kelompok menyetujuinya. Saya merasa tertarik dengan pola kehidupan adat istiadat dari Suku Tengger ini dikarenakan mereka merupakan keturunan langsung dari keturunan anggota kerajaan Majapahit yang merupakan makanan empuk dari mahasiswa pendidikan Sejarah, bahkan mayoritas suku ini memeluk agama Hindu. Selain kehidupan social budaya yang unik, wilayah tengger ini juga merupakan salah satu tempat wisata alam yang cukup terkenal di Indonesia. Tempat wisata yang dimaksud adalah Gunung Bromo. Gunung Bromo adalah gunung yang dianggap suci oleh masyarakat Tengger. Saya akan mencoba untuk memaparkan beberapa wisata yang dapat anda kunjungin ditempat ini:

• Wisata budaya ala masyarakat Tengger, Upacara Kasodo.

Nama Tengger adalah nama yang dipercaya merupakan gabungan dari nama Roro Anteng dan Joko Seger. “Teng” merupakan singakatan dari nama Roro Anteng sedangkan “Ger” adalah nama dari Joko Seger yang kisahnya dapat anda tanyakan pada mbah google. Singkatnya pernikahan mereka tidak dikaruniai anak, makan Joko Seger pun meminta pada Dewa untuk diberikan anak dan berjanji untuk mengorbankan salah satu anaknya kelak dan jika tidak ditepat maka akan mendapat bencana. Maka ketika mereka dianugerahi anak, dengan berat hati Joko Seger pun mengorbankan anaknya. Cerita inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya sebuah kegitatan rutin yang dilaksakan oleh masyarakat Tengger yang disebut dengan Upacara Yadnya Kasada (Kasodo). Prosesi pengorbanan anak Joko Seger pun masih bisa kita saksikan sampai sekarang yaitu pada bulan purnama tanggal 14 atau 15 bulan Kasodo menurut pengnaggalan Jawa. Upacara ini juga dilaksanakan dalam rangka untuk memohon kelimpahan rejeki melalui hasil panen serta menolak segala macam bentuk keburukan yang ada. Dalam upacara ini juga terdapat prosesi pelemparan sesajen ke dalam kawah Gunung Bromo dimana sesaji yang dilemparkan ini akan diperebutkan oleh masyarakat yang datang ke acara itu. Peristiwa inilah yang sangat menarik perhatian para wisata yang datang ke Gunung Bromo untuk melihat jalannya acara Upacara Kasodo.

• Wisata alam yang menggugah gairah .

Gunung Bromo menyimpan banyak keunikan serta keindahan alam yang sangat menakjubkan siapa saja yang datang ketempat ini dimana gunung ini memiliki kawah dengan diameter 600 meter dari timur ke barat dan 800 meter dari utara ke selatan.

Hamparan pasir yang luas merupakan salah satu keindahan yang tidak dapat kita jumpai ditempat lain. Wisatawan juga bisa mencoba sensai lain untuk mendaki menuju puncak Bromo yaitu dengan menunggang Kuda.

Tujuan utama para wisatan datang ketempat ini adalah untuk melihat pemandangan matahari terbit.

Untuk bisa menikmati pemandangan ini maka para wisatawan harus rela berdingin-dingin ria karena dari subuh harus sudah berangkat bahkan ada yang rela menginap di puncak gunung hanya untuk bisa menikmati pemandangan ini.

Selain itu, keindahan pura yang berada di puncak juga juga merupakan salah satu pemandangan yang tidak kalah menakjubkan.

Selain Gunung Bromo yang merupakan gunung yang masih aktif, di sini juga terdapat empat gunung lain yaitu Gunung Batok , Gunung Widodaren , Gunung Kursi , dan Gunung Watangan. Yang membedakan keempat gunung ini dengan gunung Bromo adalah keempatnya sudah tidak aktif lagi. Gugusan lima gunung di lautan pasir Bromo Tengger membentuk koloni yang indah.

• Wisata Kuliner khas lereng Bromo, Nasi Aron

Selain wisata budaya dan alam, para wisatawan juga bisa menikmati makanan khas lereng Bromo yang disebut nasi aron. Bahan dasar dari makanan ini adalah jagung putih yang hanya terdapat di wilayah ini. Bagi yang memiliki masalah kolesterol dan diabetes maka makanan ini sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

Nah.. itu dia sekian banyak tujuan wisata yang bisa didatangi oleh pembaca sekalian…. Dijamin ini akan menjadi perjalanan wisata yang paling mendebarkan dan memberikan banyak kenangan bagi kita semua… tengkiuuuu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s