JAMU, LOKAL GENIUS WARISAN BUDAYA BANGSA INDONESIA YANG KIAN MENDUNIA


Tik…tik…tikk..tikkk…. hujan turun ketika saya sedang duduk santai di depan rumah sesekali menikmati pemandangan orang lalu lalang yang melintas di depan rumah.
“Mu……….Jamuuu…jamuu…jamuu..jamuunya”.. suara teriakan khas mbok penjual jamu. Seketika saya langsung mencari sumber suara tersebut. Tak lama kemudian mbok jamu dengan gendongan khasnya melintas depan rumah dan sayapun memanggil mbok jamu tersebut.
VIP PLAZA Dapatkan Extra Diskon
http://www.vipplaza.co.id/

“pesen jamu apa mas??” Tanya mbok jamu. “Jamu beras kencur satu botolnya berapa mbok??” Tanya ku. Terus terang jamu yang saya tahu saat itu hanya jamu beras kencur karena jamu itu yang sering dibeli oleh ibu saya maka dari itu saya langsung memesan jamu beras kencur. Selagi simbok mengeolah jamu pesanan saya, ternyata saya melihat berbagai macam jenis jamu yang dijual oleh si mbok jamu tersebut. Dengan rasa penasaran akhirnya saya bertanya kedapa si mbok jamu tentang jenis-jenis jamu yang ia jual itu. Mbok pun menjelaskan mulai dari jamu beras kencur.

Beras kencur: “beras kencur ini bisa untuk menambah nafsu makan. Jadi bahan utamanya itu dari beras, rimpang dan kencur. Nah ini bagus untuk untuk yang malas makan dijamin bisa nambah nafsu makan”. Itulah penjelasan yang diberikan mbok mengenai beras kencur. Namun saya tidak puas lalu saya mencoba mencari info di internet mengenai khasiat beras kencur. Wah.. ternyata beras kencur ini dipercaya dapat mengurangi pegal pada tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih rileks serta dapat memberikan rasa segar yang lebih alami. Dalam kencur itu sendiri memiliki kandungan minyak astir yang berfungsi sebagai zat analgesic yang mampu meredakana rasa sakit pada nyeri. Karena rasa penasaran yang besar sayapun mencoba bertanya pada mr Google mengenai resepnya. ini dia:

Resep:
Beras 200 gram
Air mendidih 100 ml
Kencur 50 gram, bersihkan
Jahe 50 gram, bersihkan
Daun pandan 2 lembar
Kelabet 1/2 sendok teh
Kapulaga 10 buah
Kemukus 1/2 sendok teh
Gula merah 300 gram
Air 1500 ml
Garam secukupnya

Cara membuat :

Beras dibersihkan, tiriskan. Sangrai lalu rendam dalam air mendidih selama 2 jam Sangrai jahe dan kencur, angkat dan sisihkan. Campur rendaman beras, kencur, jahe yang telah disangrai, kelabet, kapulaga, kemukus dan sedikit garam. Haluskan dengan blender. Rebus air bersama gula merah dan pandan hingga gula larut dan mendidih. Campur beras kencur dengan air gula, aduk rata lalu saring. Sajikan.

Kunyit asam: “kalo kunyit asam ini cocok untuk wanita yang pengen langsing dan juga bagus untuk memperlancar proses mensturasi” jelas si mbok. “berarti khusus untuk cewek dong mbok???” tanyaku lagi. “ gak juga, ini juga bagus diminum sama laki-laki untuk kesehatan”. Oooo saya hanya mengangguk-ngangguk. Kunyit bagus untuk mengobati keputihan, haid tidak lancar atau nyeri pada saat haid sehingga sangat disarankan bagi wanita yang ingin lancar datang bulan. Karena rasa penasaran yang besar sayapun mencoba bertanya pada mr Google mengenai resepnya. ini dia:

Resep:

Siapkan bahan, antara lain:
•Asam jawa sebanyak 250 gram.
•Kunyit sebanyak 250 gram.
•Gula jawa sebanyak 1/8.
•Air mentah sebanyak 1 liter.
•Garam sebagai penyedap.

VIP PLAZA Dapatkan Extra Diskon

Cara Membuat Kunyit Asam:
Pertama, bersihkan kunyit dan buka kulitnya. Setelah itu haluskan dengan parutan atau blender. Kemudian saring dan ambil airnya. Panaskan kompor dan rebus air perasan kunyit tadi. Setelah panas, masukkan gula dan juga asam. Aduk hingga rata. Selanjutnya masukkan garam. Kembali aduk hingga mendidih. Angkat dan dinginkan. Setelah itu siap diminum.

Sebenarnya masih banyak beberapa jenis jamu yang si mbok jual, tetapi disini saya Cuma mengambil dua contoh yang menurut saya jamu yang paling poluper dikalangan masyarakat.

 

Opini tentang Jamu:

Sangat pantas jika Jamu Asli Indonesia ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Seperti tulisan yang sudah ditulis oleh Bapak Jaya Suprana “Jamu Sebagai Warisan Kebudayaan Dunia” yang ditulis pada Kompas tanggal 23 Maret 2013. Saya sebagai warga Indonesia juga tentu sangat bangga bila Jamu dapat diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNECSO. Upaya oleh Kemendikbud ini patut kita dukung agar nantinya Jamu dapat menjadi benar-benar diakui sebagai warisan dunia asli khas Indonesia dan tentunya juga akan dapat mengangkat nama bangsa Indonesia di mata internasional. Jamu sehagai Lokal Genius yang dimiliki bangsa Indonesia harus kita lestarikan  karena tidak semua Negara memiliki lokal genius yang beraneka ragam seperti yang kita miliki. Warisan leluhur yang sudah menjadi tradisi ini sangat pantas diakui sebagai warisan dunia. Menurut saya ada beberapa kelebihan dari Jamu tradisional ini:

  1. Praktis. Praktis yang dimaksud adalah dalam hal ketersediaan bahan dasar  yang digunakan. Bahan dasar pembuatan jamu ini tersedia di alam yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita.
  2. Tidak mengandung bahan kimia/pengawet sehingga aman untuk tubuh. Tentu saja tidak ada bahan kimia /pengawet karena dibuat langsung dan diminum langsung.

Selain kelebihan yang ada, menurut saya juga ada beberapa kekurangan yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan refleksi:

  1. Kurang Higenis. Terkadang mbok-mbok penjual jamu menggunakan gelas yang tidak dicuci dengan bersih, sehingga hal ini bisa membuat mood orang yang memesannya langsung down (bagi org yang suka kebersihan).
  2. Jika salah meramu bisa-bisa menjadi ancaman bagi kesehatan, maka dari itu kita harus teliti dahulu sebelum membuat jamu.

Adapun bentuk konkret yang dapat kita lakukan untuk melestariakan Jamu adalah:

  1. Mengkonsumsi. Sudah sepatut dan selayaknya kita sebagai Bangsa Indonesia harus menghargai setiap hasil kebudayaan yang kita punya. Salah satu caranya adalah menjadi konsumen untuk produk kita sendiri.
  2. Menyebarluaskan informasi mengenai Jamu Indonesia di dalam maupun di Luar Negeri. Cara sederhana ialah dengan membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan manfaat Jamu agar bisa dibaca oleh orang lain. Bagi yangmemiliki kelebihan dalam bahasa Inggris atau bahasa lain bisa  menulis dengan bahasa yang dikuasiainya agar bisa dibacakan oleh orang luar.

Tanaman Obat yang pernah digunakan:

Saya adalah penduduk asli Kalimantan dan merupakan asli keturunan dari Suku Dayak. Suku Dayak juga mengenal berbagai macam jenis tanaman-tanaman obat yang mana tanaman ini merupakan warisan yang ditinggalkan oleh leluhur secara turun temurun dan masih tetap digunakan hingga saat ini. Jamu merupakan ramuan yang mengobati dari dalam, namun ada tamanan obat yang memiliki khasiat mengobati dari luar dan pernah saya Gunakan. Hal ini saya ketahui dari orang tua dimana mereka juga diberitahukan langsung oleh orang tua /kakek nenek saya antara lain:

1.   Daun Kuncekng :

daun kuncekng

Daun ini berkhasiat untuk meredakan pendarahan pada luka. Pada saat berada di tengah hutan dan sedang mengalami luka dan tidak ada obat-obatan mungkin kita bisa mencari daun ini sebagai alternative untuk menghentikan pendarahan sementara. Cirri-ciri pohon biasanya tumbuh dengan tinggi sekitar 2 meter dengan batang berwarna merah saat muda (pada bagian ujung ranting) dan berwarna coklat muda pada saat tua (pada bagian batang pohon), daunnya memiliki bulu-bulu halus dan memiliki buah yang berwarna hitam. Daun yang digunakan untuk obat adalah bagian pucuk/daun muda yang masih berwarna hijau muda.

Cara menggunakan: ambil pucuk daun Kuncekng secukupnya kemudian hancurkan dengan cara menggigit daunnya. Cukup hancurkan kasar dan tidak usah sampai halus. Kemudian tempelkan pada luka yang berdarah.

2.   Daun Selkop :

Daun Selkop

Daun Selkop ini dipercaya dapat mencerahkan kulit wajah, menggurangi jerawat, menghilangkan flek pada wajah, dan mengurangi kerutan. Selain itu juga bisa digunakan pada kulit tubuh bagi yang ingin tampak kulit lebih cerah. Heheheheh…. Ada dua cara pemakaiannya. 1. Langsung dipakai ketika mandi. Caranya ambil beberapa helai daun selkop kemudian taruh ditelapak tangan dan gosok dengan kedua tangan hingga daun hancur dan mengeluarkan busa. Oleskan busa pada wajah sambil dipijat pelan kemudian bilas hingga bersih. Lakukan setiap kali mandi dijamin kulit semakin terlihat cling…. 2. Cara kedua ialah dengan dijadikan pupur dingin. Cara membuat pupur: beras secukupnya, daun selkop, dan daun pandan. Rendam beras selama 2 hari (supaya lemah dan mudah untuk ditumbuk) setelah selesai direndam tumbuk hingga halus, haluskan daun selkop. Kemudian campur kedua bahan yang dihaluskan hingga menggumpal kemudian bentuk bulat-bulat kecil dan taruh didalam wadah. Setelah dibentuk berupa bola-bola kecil, jemur hingga kering dan pupur dingin siap digunakan. Cara memakainya : ambil piring kecil, masukkan dua buah pupur yang sudah kering, tambahkan air secukupnya larutkan hingga mengental. Pupur siap digunakan.

 

Pupur yang sudah dijemur

Pupur yang sudah dijemur

3.  Daun Kerehau :

Daun ini cocok untuk meredakan panas deman. Pada suku Dayak dikenal dengan istilah Rerukng, cara kerja rerukng ini hamper mirip dengan sauna Alat yang perlu dipersiapkan adalah kursi dan selimut tebal. Ketika saya deman, saya lebih memilih untuk menggunakan cara ini dibandingkan minum obat generik.

Cara pemakaiannya: Ambil beberapa helai daun Kerehau kemudian rebus hingga mendidih. Orang yang sedang sakit deman duduk diatas kursi, kemudian rebusan daun yang masih mengeluarkan uap di taruh di bawah kursi kemudian tutup seluruh tubuh dan biarkan uap panas mengelimuti tubuh kita hingga mengeluarkan keringat kurang lebih 5 menit. Rasakan kesegaran setelah mencoba rerukng ini.

4.  Bawang Bromot:

Bawang ini memiliki banyak nama sesuai dengan wilayahnya masing-masing. Kalau didaerah saya tanaman ini disebut bawang bromoot. Bawang ini dipercaya dapat mengobati keluhan prostat, kanker kista, payudara/rahim, gangguan haid, asam urat, nyeri otot & sendi (arthritis), nyeri pinggang, dispepsia (nyeri, mual,kembung), radang usus, maag, gastritis, gangguan lever dan hepatitis , gangguan kemih (tidak lancar, nyeri/anyang-anyang, berdarah), diabetes, hipertensi, obesitas (kegemukan), gangguan seksual (lemah syahwat, ejakulasi dini, kurang gairah), ashma/bronkhitis, sinusitis, tonsilitis, gondok, pengapuran, menghambat proses penuaan dan peremajaan sel-sel dan metabolisme dalam tubuh, meningkatkan stamina dan vitalitas (olah raga/bekerja), daya tahan tubuh, serta berkhasiat sebagai anti infeksi, anti bakteri, anti bakteri, anti radang serta membersihkan darah. Untuk lebih jelas mengenai khasiat dan cara pemakaiannya bisa di lihat di http://jamu.biologi.ub.ac.id/?page_id=226)

Sebenarnya masih banyak ramuan-ramuan lain yang dipercaya  memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun saya hanya memilih beberapa jenis tanaman obat yang paling sering digunakan didaerah saya dan mungkin lain kali saya akan menuliskannya.

Demikianlah ulasan saya mengenai jamu yang merupakan salah satu warisan budaya dari para leluhur bangsa Indonesia. Kedatangan si mbok Jamu memberikan banyak inspirasi untuk menulis mengenai Jamu. Keramahannya dalam melayani pembeli menjadikan nilai + di mata saya yang ingin terus membeli jamu hasil olahannya.

Sudah selakanya jika jamu ini ditetapkan sebagai warisan dunia karena jamu itu sendiri memberikan dampak yang sangat positif bagi kesehatan masyarakat dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Mengenalkan Jamu dimata internasional juga merupakan suatu keharusan agar Bangsa Indonesia tidak hanya dikenal dengan Negara segudang pariwisata, tapi juga sebagai Negara yang bisa memberi kontribusi bagi kesehatan Dunia. Amin.

Daftar Pustaka:

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/564-herbal-plants-collection-kunyit

 Anonim . Manfaat Kunyit Asam Bagi Wanita  .http://khasiat-temulawak.blogspot.com/2012/12/manfaat-kunyit-asam-bagi-wanita.html. Tanggal Akses : 3 September

Lidwina Faraline T. 2012. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) sebagai Tanaman Obat Multifungsi.http://jamu.biologi.ub.ac.id/?page_id=226. tanggal akses : 3 September 3013.

 Marlina Hafs. 2013 . Manfaat Beras Kencur. .http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2013/03/30/manfaat-beras-kencur-547012.html. Tanggal Akses 3 September.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s