Kerajaan Penihing/Aoheng yang belum tersentuh tangan manusia

ini adalah kutipan asli yang aku copy-paste dari alamat ini: http://klewang.multiply.com/journal/item/69
Semoga berguna , dan bagi teman-teman yang mengerti mohon penjelasannya……..

Juli, 2006. Tanpa sengaja aku bertemu kawan lama. Mas Ahmadi dari komunitas BlueGrass. Pertemuan di warung nasi goreng itu berlanjut dengan bercerita tentang pengalaman masing-masing. Kawanku ini mantan Anggota Pecinta Alam yang sampai sekarang masih suka keluyuran kemana-mana. Saat itu, dia sedang gandrung dengan penjelajahan Kalimantan dan studi tentang suku-suku dayak. Banyak sekali kisah menakjubkan yang kudengar darinya waktu itu. Salah satunya adalah tentang harta karun sejarah dan kebudayaan salah satu kerajaan suku dayak yang sampai sekarang belum terjamah.
Di ujung pertemuan, kuminta dia mengirim tulisan perjalanannya ke emailku. dan inilah copy email yang dikirim padaku tertanggal 3 juni 2006.
Di hulu Sungai Mahakam ada peninggalan Kerajaan Dayak
Penihing, Berupa Tower batu setinggi 150m – 200m, yang
tadinya di jadikan Istana oleh Raja penihing beserta
keturunanya. Lorong masuk satu satunya kedalam Tower
tertutup batu besar, untuk memasukinya tinggal dua cara,
menggunakan Helycopter ke puncak cerobong tower batu, atau
dengan jalan panjat tebing. Mungkin menarik untuk diteliti
lebih jauh, karna peninggalan beserta singasananya masih
belum tersentuh manusia diluar Istana batu.

Latar belakang ( dari hasil wawancara dengan Tetua adat
Dayak Penihing pada tahun 1996 dan Buku Ekspedisi Muller
1886)

Raja Penihing adalah salah satu Raja terkaya di hulu sungai
Mahakam, tonggak perekonomian utama disokong hasil sarang
Burung dari gua2 sarang burung di kawasan kars wilayahnya.
Pada Abad XVlll barter sarang burung sudah merupakan barter
Ekslusif. Letak kerajaan di kawasan perbukitan batu kapur
nan terjal tersebut juga sangat mendukung pertahanan
alamiahnya, sangat menyulitkan pihak yang akan menaklukan
Kerajaan Penihing.

Namun tak lama setelah Kerajaan Kutai menaklukan para Raja
Suku dayak sepanjang aliran mahakam sampai keperbatasan
Serawak, Kerajaan Penihing yang menempati daratan Kars
sejauh -+ 30km dari tepian Mahakam menjadi target terakhir
Raja Kutai.

Istana Kerajaan Penihing berupa tower batu dengan lobang
besar berbentuk cerobong dari atas sampai kedasar tower.
Pintu masuk hanya satu, berupa lorong horizontal didasar
Tower yang kini masih tertutup batu besar.

Pada saat sebelum penyerbuan Pasukan Kerajaan Kutai, Raja
Penihing beserta Prajuritnya telah menutup dengan batu besar
lorong masuk kedalam Istana batu. Dengan harapan kalau Raja
penihing beserta Prajuritnya berhasil mengusir Pasukan
Kutai, maka batu besar penutup lorong tersebut akan mereka
buka kembali dari luar.

Raja Penihing lalu membawa pasukanya mencegat Laskar Kutai
dari kejauhan, menjauh dari perkampungan rakyat Penihing dan
Istana batu. Tindakan Kekhawatiran kalau kalah lalu di
jarah, memang berhasil membuat Laskar Kutai pulang dengan
tangan Kosong. Namun juga menyimpan tragedi bagi keluarga
penghuni Istana Batu. Raja penihing beserta Prajuritnya
gugur dan sampai kini tak seorangpun membuka pintu masuk
berupa batu besar tersebut. sementara rakyatnya pada saat
penyerbuan kerajaan Kutai melakukan Eklsodus ketepi Sungai
mahakam.

Peristiwa diatas terjadi sekitar Abad XVlll. Setelah Raja
Dayak Benuaq Sumbing Lawing kalah dan dipenggal kepalanya
oleh Raja Kutai( Sampai sekarang kepala Sumbing Lawing masih
tersimpan dalam Keraton Kutai Kertanegara di Kota
Tenggarong).

Pada tahun 1993 saya mendekati Istana Tower Batu tersebut,
setelah selama tiga hari melintasi perbukitan kars yang
cukup terjal. Usai survey awal untuk memastikan titik
lokasi, saya langsung balik ke Malang. Lalu pada tahun
berikutnya dengan Alat panjat tebing saya kembali berangkat
ke hulu Mahakam. Namun didesa terakhir saya sempat
diingatkan seorang kawan dari Malang ( yang menikah dengan
anak kepala adat Dayak Penihing), setiap kematian harus ada
ritual pemanggilan roh nenek moyang dan ritual pelepasan
roh, saya diperingatkan untuk mengadakan ritual itu
terdahulu, apabila berkeinginan memanjat Tower Batu
tersebut.

Karna keluarga kerajaan tower batu yang meninggal terkurung
di istananya tersebut, sampai saat ini upacara kematiannya
belum dilakukan oleh rakyat Penihing. Saya mundur dan mundur
karna upacara tersebut tidaklah murah biayanya bagi saya
saat itu, lagipula saya belum punya jalur ” diberikan kepada
siapa penemuan tersebut jadi berarti.”

Sampai akhirnya pada tahun 1998 saya mendapat kabar ada
perusahaan kayu dengan Helycopter mendekati Tower batu
tersebut. Bahkan sempat Turun vertical kedalam Cerobong
Tower, namun kekhawatiran pimpinan perusahaan ( ikut dalam
rombongan tersebut ) akan adanya ular besar didasar
cerobong, membuyarkan semuanya.
cerita diatas tujuanya jelas untuk menggugah darah petualangan para pembaca dan mungkin ada yg minat mendanai ekspedisi mengungkap misteri tower batu tersebut

Sekian

Semoga bermanfaat…..
Sumber: http://klewang.multiply.com/journal/item/69

Iklan

Dayak Tunjung Rentenukng VS Dayak Penihing/Aoheng, Saudara yang terpisah??????

Seperti yang kita ketahui bahwa suku Dayak Tunjung dan Suku Penihing/Aoheng adalah salah dua dari salah banyak suku-suku yang mendiami wilayah Kabupaten Kutai Barat. Secara Geografis, lokasi tempat kedua suku ini diami juga cukup berjauhan.. jika suku Dayak Tunjung mendiami wilahay Kec. Linggang Bigung, Kec. Barong Tongkok, Kec. Sekolaq Darat, Kec. Manoor BuLaant, Kec. Tering dl l yang mayoritas kampugnnya berada di wilayah ibukota kabupaten (sekitar)… sedangkan suku Penihing sebagian besar mendiami wilayah Hulu Mahakam…

Sumber Gambar Dari Web…

berhubungan dengan judul yang saya ambil di atas, Dayak Tunjung Rentenukng VS Dayak Penihing/Aoheng, Saudara yang terpisah?? Ada pertanyaan yang sangat mengganjal dan saya sangat ingin mencari tahu kebenarannya. Saya pernah mendengar dari beberapa teman yang menyebutkan bahwa suku Dayak Tunjung Rentenuukng sebenarnya merupakan suku Penihing yang milir mengikuti arus sungai mahakam dari daerah hulu sungai mahakam.. bukan hanya dari satu orang saya pernah mendengar cerita ini melainkan dari beberapa orang yang berbeda…
yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. Apakah benar kalo suku Dayak Tunjung Rentenukng sebenarnya adalah suku Penihing yang mencari daerah baru untuk memenuhi kebutuhannya?
2. Mengapa pada masa sekarang suku Tunjung Rentenukng sudah tidak ada terlihat sama sekali persamaannya dengan suku Penihing, kecuali dari alunan / logat bahasa yang lembut.
3. Apa yang menyebabkan hilangnya budaya Penihing dalam orang rentenukng?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, saya akan memberkan sedikit bagaimana Gambaran Suku Dayak Tunjung, Khususnya rentenukng…
Sekilas Mengenai Suku Dayak Tunjung Rentenukng…..
Dayak Tunjung Rentenukng tentu saja adalah salah satu bagian dari sub suku Dayak Tunjung yang ada di Kutai Barat. Orang Rentenukng tentunya berbeda dengan suku Tunjung yang ada di bagian hilir. Rentenukng ada sebutan untuk Suku Tunjung yang berada di bagian hulu (wilayah kec. Linggang Bigung, Kec. Tering, Kec. Long Iram) , selain itu rentenukng diambil dari kata Nuukng yang berarti hulu, maka dapat disebut bahwa orang rentenukng adalah orang yang berasal dari hulu. Untuk memudahkan membedakan antara orang Tunjung hilir dengan tunjung Hulu maka saya akan menggunakan Tonyooi untuk orang tunjung hilir dan Rentenukng untuk orang Tunjung HuLu tanpa bermaksud untuk memisahkan kedua sub ini(hanya untuk memudahkan dalam pemahaman).

Rentenukng ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup sigifikan dengan Tonyooi , khususnya dalam tata bahasa. Orang Tunjung pasti akan langsung mengenali dari cara bicara antara Rentenukng dan Tonyooi..
Umumnya orang rentenukng berbicara dengan alunan yang sangat lembut, perlahan dan halus walaupun dalam keadaan marah sekalipun tepat saja alunan lembut ini terlihat khas.. sedangkan untuk Tonyooi umumnya berbicara dengan nada yang agak cepat, keras , alunan yang meninggi seperti, serta penekanan-penekanan yang cukup banyak. sangat berbeda dari segi alunan /logatnya….

untuk kata-kata yang digunakan dalam bahasa daerah cukup berbedam namun keduanya pasti akan mengerti jika saling berkomunikasi satu dengan yang lain..
contohnya:
Bahasa Indonesia : Kamu, aku, jangan
Rentenukng : Koq, Akuq, Adui
Tonyooi: Koi, Ab, Boteq

menurut saya bahasa Tunjung Hilir lbih banyak persamaan dengan Dayak Benuaq, namun cukup berbeda baq bumi dan awan,,,ehehhehe

walaupun ada beberapa perbedaan dalam segi bahasa, keduanya pada masa sekarang adalah merupakan satu kesatuan yang sudah tidakdapat dipisahkan. Terkadang orang Rentenukng jika ditanya dia suku apa, orang itu akan menjawab kalau dia adalah Rentenukng, begitu juga orang tonyooi menyebut mereka dengan sebutan rentenukng….

Saya hanya menduga untuk jawaban nomor 2 karena Suku Rentenukng yang datang dari daerah hulu telah tinggal berdampingan dengan suku Tonyooi sehingga terjadi akulturasi, asimilasi dan inkulturasi kebudayaan sehingga kebudayaan asli yang mereka bawa ditinggalkan dan mengnyesuaikan dengan daerah sekitarnya.. Selain itu saya juga pernah mendengar bahwa suku Rentenukng itu mempunyai bahasa asli yang dulu mereka gunakan dan berbeda dengan bahasa Tunjung…. Namun sayangnya bahasa itu hanya dipahami oleh sedikit orang rentenukng dan umumnya mereka adalah para tetua-tetua rentenukng itu, dan suku ini juga mempunyai kalender asli namun lagi-lagi saya hanya mendengar dan belum menemukannya.

Mohon jika ada dari antara kalian yang tau atau pernah mendengar mengenai ini bisa di sharingkan supaya kita bisa tau mengenai sejarah dan kebudayaan kita….. hehehehhe

Kerajaan Sentawar…

Taukah anda bahwa pada jaman dahulu suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan yang bernama “Kerajaan Sentawar” yang berpusat di daerah sekitar kecamatan melak yang sekarang bernama Sendawar. Situs Sentawar merupakan peninggalan bersejarah bagi Kerajaan Sentawar yang secara mitologi itu merupakan cikal bakal lahirnya suku-suku dayak di kabupaten kutai barat. Menurut Legenda Kerajaan Sentawar dengan Raja Tulur Aji Jangkat bersama permaisuri Mok Manor Bulatn dan mereka memupnyai 5 orang anak : Sualas Gunaaqn (Mjd Keturunan Tunjung), Jelivan Benaaq (Mjd Keturunan Bahau), Nara Gunaa (Mjd Keturunan Benuaq), Tantan Cunaaq (Mjd Keturunan Kenyah) dan Puncan Karnaaq (mjd Keturunan Kutai)
Raja Pertama adalah Tulur Aji JAngkat dan kemudian digantikan oleh puteranya yang pertama Sualas Gunaaq. Sualas Gunaaq yang merupakan cikal bakal lahirnya suku dayak tunjung menjadi Raja Ke 2 di Kerajaan Sentawar.
Kedua Putera Raja yaitu Puncan Karna dan Jelivan Benaaq pergi merantau dan menaiki perahu melewati sungai mahakam. Puncan Karna menuju arah hilir sungai mahakam dan sampai didaerah sekarang tenggarong kemudian menikah dengan adik kandung Sultan di Tangga Arung (sekarang Tenggarong). Sedangkan Jelivan Benaaq bergerak kearah hulu sungai mahakam dan sampai didaerah yang bernama Tering dan kemudian menguasai daerah tersebut. Dan kemudian mereka beranak cucu didaerah mereka masing-masing.

Gimana Pendapat mu???



Negara Tunnisia

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejarah Tunisia dapat ditelusuri dari berdirinya Kerajaan Carthage (Kartago) sekitar tahun 814 SM. Pada abad ke-2 SM, Kerajaan Kartago mengalami kehancuran hingga mengakibatkan saling bergantinya kekuasaan asing di Tunisia. Tunisia yang saat itu lebih dikenal dengan nama Afrika kemudian menjadi pusat Kerajaan Romawi di Selatan Mediterania. Kedaulatan-nya meliputi sebagian wilayah kekuasaan Kerajaan Carthage. Antara 439-533 M, Tunisia dikuasai oleh pasukan Vandal, sebelum ditak¬lukkan kembali oleh Kerajaan Roma Byzantium (533-647 M).
Keadaan geografis Tunisia, secara resmi Republik Tunisia (الجمهورية التونسية al-Jumhūriyya di-Tūnisiyya), adalah utara negara di Afrika . Ini adalah Maghreb negara dan berbatasan dengan Aljazair di sebelah barat, Libya di tenggara, dan Laut Mediterania di utara dan timur. Luas wilayahnya hampir 165.000 kilometer persegi (64.000 sq mi), dengan perkiraan populasi lebih dari 10,4 juta. Namanya berasal dari ibukota Tunis terletak di utara-timur.
Tunisia adalah yang terkecil dari bangsa-bangsa terletak di sepanjang pegunungan Atlas jangkauan. Bagian selatan negara ini terdiri darigurun Sahara , dengan banyak sisa yang terdiri dari tanah subur khususnya dan 1.300 kilometer (810 mil) dari garis pantai. Keduanya memainkan peran penting di zaman kuno, pertama dengan yang terkenal Fenisia kota Kartago , kemudian sebagai Romawi provinsi Afrika , yang dikenal sebagai “keranjang roti” dari Roma. Kemudian, Tunisia diduduki oleh Vandal selama abad ke-5 M, Bizantium pada abad ke-6, dan Arab di abad ke-8. Di bawah Kekaisaran Ottoman , Tunisia dikenal sebagai “Kabupaten Tunis”. Ini lewat di bawah Perancis protektorat pada 1881. Setelah memperoleh kemerdekaan pada tahun 1956 negara ini mengambil nama resmi dari “Kerajaan Tunisia” pada akhir pemerintahan Lamine Bey dan Dinasti Husainid . Dengan proklamasi republik Tunisia pada tanggal 25 Juli 1957, pemimpin nasionalis Habib Bourguiba menjadi presiden pertama.

B. Rumusan Masalah
1) Bagaimana sejarah Tunisia?
2) Bagaimana kehidupan masyarakat Tunisia setelah kemerdekaan?
3) Bagaimana perkembangan Tunisia saat ini?
.

BAB II
PEMBAHASAN

A. SEJARAH TUNISIA
Tunisia yang saat itu lebih dikenal dengan nama Afrika menjadi pusat Kerajaan Romawi di Selatan Mediterania. Kedaulatan¬nya meliputi sebagian wilayah kekuasaan Kerajaan Carthage. Antara 439-533 M, Tunisia dikuasai oleh pasukan Vandal, sebelum ditak¬lukkan kembali oleh Kerajaan Roma Byzantium (533-647 M). Posisi kekuasaan Kerajaan Carthage (Numidia) dan Kerajaan Roma (Italia) sebelum Perang Punic II (218 SM). Setelah perang itu, Sardenia dan Sicilia dapat dikuasai kembali oleh Carthage. Sicilia berhasil direbut kembali oleh Roma setelah kemenangan mereka di perang Punic III (146 SM), yang mengawali kedaulatan Roma atas wilayah “Afrika”.
Seiring perubahan politik masa itu, Kairouan juga menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Dinasti Uma¬wiyah. Pada 698 M, pasukan Islam di bawah pimpinan Hassan bin an-Nu’man dan Musa bin Nashr berhasil me¬naklukkan Carthage, hingga ke¬mudian Islam cepat berkembang di Tunisia. Bahkan pada tahun 711 M –masa keemasan Dinasti Umaiyah– agama Islam telah tersebar ke daratan Eropa dengan berhasil menaklukkan Andalusia (Spanyol dan kawasan Iberia di sekitarnya). Pada tahun 748 M, Dinasti Umaiyah digantikan oleh Dinasti Abbasiah. Peris¬tiwa ini menyebabkan Tunisia terlepas dari peng¬awasan pusat kekhalifahan, namun kemu-dian dapat dikuasai lagi oleh Dinasti Abbasiah pada tahun 767 M. Pada tahun 800 M, Ibrahim Ibn Aghlab di¬tunjuk sebagai Guber-nur Afrika Utara yang berke¬dudukan di Kairouan. Pada masa ini, Mesjid Agung Ezzitouna didirikan di kotaTunis.
Masa-masa selanjutnya adalah era kejayaan peradaban Islam di Tunisia dan kawasan Arab Magh¬ribi. Dinasti Aghlabiah (767-910), Fatimiah (910-973), Ziridiah (973-1062), Almohad (1159-1228) dan Hafsiah (1230-1574) silih berganti memegang tampuk ke¬kuasaan di Tunisia, hingga ma¬suknya Tunisia dalam wilayah Khilafah Utsmaniah (1574-1591). Di masa Khilafah Utsmaniah ini, Tunisia menjadi wilayah otonom di bawah pemerintahan Dinasti Dey (1591-1659), Mouradi (1659-1705) dan Huseini (1705 –1957).
Perancis berhasil menjadikan Tunisia sebagai wilayah protektoratnya dengan ditandatanganinya Perjanjian Bardo pada 12 Mei 1881. Berbagai upaya dilaku¬kan Rakyat Tunisia untuk lepas dari protektorat ini. Usaha ini mencapai hasil pada tanggal 20 Maret 1956 dengan dibatalkannya Perjanjian Bardo dan diproklamirkannya kemerdekaan Tunisia. Saat itu pemerintahan tetap dipegang oleh seorang Bey (gelar raja di Tunisia) sebagai kepala negara. Pada tanggal 25 Juli 1957, Bey terakhir diturunkan oleh parlemen. Sejak saat itu Tunisia menjadi Republik dengan dipimpin oleh Habib Bourguiba sebagai Presiden pertamanya.

Di tengah kekacauan kehidupan politik dan ekonomi, pada tahun 1975, Habib Bourgiba mendapat gelar ’’Presiden Seumur Hidup’’. Lalu muncullah berbagai gerakan oposisi, seperti Gerakan Haluan Islam (Movement de la Tendance Islamique/MTI). Pengaruh gerakan ini dianggap membahayakan oleh pemerintah saat itu, hingga Presiden Bourguiba mengangkat Jenderal Zine El-Abidine Ben Ali, mantan Kepala Dinas Keamanan, sebagai Menteri Dalam Negeri. Ben Ali pun berusaha meredam gerakan ini hingga berhasil. Kemudian karena keberhasilannya ini, Ben Ali ditunjuk menjadi Perdana Menteri
Hanya berselang sebulan setelah pengangkatannya sebagai PM, pada tanggal 7 Nopember 1987 Ben Ali mengambil alih tampuk pimpinan kenegaraan. Habib Bourguiba diminta untuk melepaskan jabatan kepresidenan dengan alasan faktor kesehatan yang semakin lemah. Pada usianya yang mencapai 80-an, Borguiba dinyatakan pikun oleh team dokter Presiden. Pengambilalihan kekuasaan oleh Ben Ali yang berlangsung secara lancar dan aman disambut dengan penuh kelegaan oleh sebagian besar rakyat Tunisia dan juga oleh kalangan dunia Internasional.

B. KEHIDUPAN MASYARAKAT TUNISIA SETELAH KEMERDEKAAN
Tunisia mencapai kemerdekaan dari Perancis pada tahun 1956 dipimpin oleh Habib Bourguiba , yang kemudian menjadi Presiden pertama Tunisia . Pada bulan November 1987, dokter menyatakan tidak layak untuk memerintah dan Bourguiba, dalam kudeta tak berdarah d’état, Perdana Menteri Zine El Abidine Ben Ali diasumsikan kepresidenan. Ia dan keluarganya kemudian dituduh korupsi dan menjarah uang negara dan melarikan diri ke pengasingan pada tahun 2011. Kehidupan masyarakart Tunisia setelah kemerdekaan dapat kita lihat dari berbagai bidang, antara lain:
1. Dalam bidang Politik
Tunisia adalah sebuah Republik Konstitusional, dengan seorang presiden menjabat sebagai kepala negara, perdana menteri sebagai kepala pemerintah, legislatif bikameral dan sistem pengadilan dipengaruhi oleh hukum sipil Perancis. Sementara Tunisia secara formal demokrasi dengan sistem multi-partai, yang sekuler Konstitusi Demokratik Rally (RCD), sebelumnya Neo Destour , telah mengendalikan negara sebagai salah satu rezim paling represif di Dunia Arab sejak kemerdekaannya pada tahun 1956. Presiden Ben Ali, sebelumnya Habib Bourguiba menteri ‘s dan tokoh militer, menduduki jabatan 1987-2011, setelah menyetujui ke kantor eksekutif Habib Bourguiba setelah tim ahli medis dinilai tidak layak Bourguiba untuk melaksanakan fungsi kantor sesuai dengan Pasal 57 dari konstitusi Tunisia. Peringatan dari Ali suksesi Ben, 7 November dirayakan sebagai hari libur nasional. Dia terpilih kembali secara konsisten dengan mayoritas besar setiap pemilu, yang terakhir menjadi 25 Oktober 2009, sampai ia melarikan diri dari negara tengah kerusuhan populer pada bulan Januari 2011.
Tunisia memiliki sistem presiden republik ditandai oleh sistem parlemen bikameral, termasuk Kamar Deputi , yang memiliki 214 kursi, 25% dari yang disediakan untuk ‘partai oposisi,’ dan Kamar Penasehat (112 anggota), yang terdiri dari wakil partai politik, organisasi profesi dilindungi oleh presiden, dan kepribadian ditunjuk oleh presiden Republik. Perdana Menteri dan kabinet, ditunjuk oleh presiden, memainkan peran yang kuat dalam pelaksanaan kebijakan dan persetujuan perundang-undangan. Daerah gubernur dan administrator lokal juga ditunjuk oleh pemerintah pusat. Sebagian besar konsultatif walikota dan dewan kota dipilih. Presiden Konstitusi Demokrat Rally , atau RCD dalam singkatan dari Perancis, telah secara konsisten memenangkan mayoritas besar di parlemen dan pemilihan lokal. Hal ini terdiri dari lebih dari 2 juta anggota dan lebih dari 6000 pernyataan di seluruh negeri dan sebagian besar tumpang tindih dengan semua lembaga-lembaga negara penting. Meskipun partai ini berganti nama (di hari Bourguiba yang dulu dikenal sebagai Partai Sosialis Destourian), kebijakan perusahaan masih dianggap lebih banyak sekuler tapi tidak sosialis atau liberal. Langka bagi dunia Arab, wanita menyimpan lebih dari 20% dari kursi di kedua kamar parlemen.
Revolusi melati yang dilancarkan rakyat Tunisia berhasil melengserkan rejim diktator Zeine El Abidin Ben Ali yang telah berkuasa sekitar 23 tahun,meskipun dengan berbagai strategi coba dipertahankannya oleh berbagai kalangan yang sangat diuntungkan selama Ben Ali berkuasa di negeri produksen kurma terbesar di dunia tersebut.Kroni kroninya dan para elite politik yang sudah lama menikmati gratifikasi yang diberikan Ben Ali tentu saja enggan meninggalkan begitu saja berbagai fasilitas serta kemewahan tersebut.Perdana Menteri Tunisia,Mouhammed Ghannouchi yang sudah berkuasa sejak tahun 1999 bersama sama Zeine El Abedin Ben Ali menyarankan supaya Dewan Konstitusi Tunisia menunjuk Ketua Palemen Foued Mebezza sebagai presiden sementara Tunisia.Dan anjuran tokoh kepercayaan Ben Ali tersebut sesuai dengan konstitusi Tunisia pasal 56 dan 57 yang sesungguhnya muncul bukan atas aspirasi rakyat negeri yang terhimpit Aljazair dan Libya itu.Meskipun Mouhammed Ghannauchi segera menyerukan pembekuan kekuasaan Zeine El Abedin Ben Ali dengan mengadopsi kasus liburan definitif kepresidenan,namun kurang mendapat tanggapan posistif dari rakyat yang sudah lama menderita dibawah suatu rejim diktator Tunisia.
Sesuai konstitusi Tunisia ,pemilihan umum akan digelar enampuluh hari kedepan,serta kebebasan pers dan kebebasan berkumpul serta mengeluarkan pendapat didepan umum ,hak asasi manusia akan dijamin negara.Rakyat Tunisia masih belum yakin terhadap segala janji tersebut,dan mereka menolak keikutsertaan Partai pemerintah yang berkuasa sebelumnya dalam pemilihan umum yang akan diselenggarakan enam puluh hari kedepan.Suatu harga yang harus dibayar dengan sangat mahal oleh rakyat dalam proses pelengseran rejim diktator Tunisia itu,tidak mau kehilangan momentum yang memberikan peluang kembalinya rejim diktator pimpinan Ben Ali atau diktator baru di Tunisia.Karenanya mereka mengecam masyarakat internasional ,terutama negara negara Eroupa yang sampai kinipun belum ada satupun diantaranya yang mengakui keberhasilan rakyat Tunisia tersebut.Memang negara negara Eropa dan AS masih mengkhawatirkan terhadap kesuksesan revolusi melati di Tunisia,karena mereka belum mengetahui dengan jelas siapa dalang tokoh intelektual dibalik keberhasilan rakyat Tunisia dalam menjungkalkan Ben Ali.Bisa diprediksikan sekiranya revolusi melati rakyat Tunisia disponsori oleh orang orang yang menurut perspektif Barat tersebut merupakan kelompok kelompok muslim fundamentalis ,ataupun terdiri dari orang orang yang simpati kepada al Qaeda maka dukungan Barat terhadap rakyat Tunisia tidak kunjung datang.Bahkan sebaliknya,tidak mustahil negara negara Eropa atau AS justeru akan berupaya mengembalikan kembali Zeine El Abedin Ben Ali ketampuk kekuasaannya di Tunis,ataupu paling tidak tokoh karbitan Barat yang bisa meredam perjuangan rakyat Tunisia sebagaimana mereka lakukan terhadap Hamas(Palestina),FIS(Aljazair)dan Taliban di Afghnistan.Tudingan bahwa di kawasan Afrika utara juga sudah terdapat para pengikut al Qaedah pimpinan Osamah bin Laden,yang kononnya pernah melancarkan beberapa serangan terhadap kepentingan Barat di Aljazair,Maroko,Nigeria .Beberapa minggu yang lalu terjadi penculikan terhadap warga Perancis di Nigeria,yang gagal diselamatkan oleh pasukan komando Perancis.Dalam konteks ini pula Nicolas Sharkazie menolak permintaan Zeine El Abedin Ben Ali untuk mendarat di wilayah Perancis,padahal secara historis Tunisia sudah banyak berbuat bagi kepentingan Perancis .
Sikap dingin dan kehati hatian para politisi negara negara Eropa dan Paman Sam dalam memandang masalah Tunisia tersebut bisa dimaklumi,karena sekarangpun berbagai komponen masyarakat di negara negara Arab sudah terpengaruh oleh keberhasilan raktyat Tunisia dalam menggulingkan rejim diktator Ben Ali,yang telah memicu aksi aksi rakyat di Yordania,Mesir,Aljazair,Yaman. Dan aksi aksi serupa juga akan terus bergulir melawan rejim rejim monarchi diktator Arab lainnya,seperti Maroko,Saudi Arabia .Bagi tetangga Tunisia seperti halnya Libya dan Aljazair sangat khawatir terhadap kemenangan rakyat Tunisia atas Ben Ali tersebut,karenanya kecuali Kolonel Muhammad Ghaddafi yang mengecam gerakan rakyat di negara tetangganya,sementara pemimpin negara negara Arab lainnya masih belum bersikap kemungkinan saja mereka masih menunggu bagaimana sikap negara negara Eropa dan AS.Karena para pemimpin negara negara Arab tersebut merupakan sekutu sangat penting dan strategis AS dan Eropa di kawasan itu.AS dan negara negara Eropa tidak akan mengakuinya sebelum mengetahui siapa tokoh intelektual dibalik penggulingan Zeine El Abedine Ben Ali di Tunisia tersebut,sebab pengakuannya akan berdampak sangat luas terhadap rejim rejim diktator Arab lainnya.Karenanya baik AS maupun negara negara Eropa sanagat hati hati dalam menyikapi pergolakan rakyat Tunisia .
2. Dalam bidang Ekonomi
Tuduhan telah dibuat terhadap rezim, menuduh itu menjadi kleptokrasi korup dengan anggota keluarga Trabelsi, terutama dalam kasus Imed Trabelsidan Belhassen Trabelsi , menguasai sebagian besar sektor bisnis di negara ini. Pada perusahaan Januari / Februari 2008 penerbitan, Foreign Policy Magazine melaporkan bahwa Tunisia Ibu telah menggunakan 737 Boeing Business Jet dari pemerintah untuk membuat “kunjungan resmi” ke ibukota mode Eropa, seperti Milan, Paris dan Jenewa. Laporan tersebut menyebutkan bahwa perjalanan tidak pada jadwal perjalanan dinas. Wanita pertama telah digambarkan sebagai shopaholic . Baru-baru ini Tunisia menolak permintaan Perancis untuk ekstradisi dari dua Presiden keponakan, dari itu sisi Leila, yang dituduh oleh jaksa Negara Perancis memiliki dicuri dua mega- yacht dari marina Perancis. Rumor sudah beredar bahwa putra Ali Ben-di-hukum Sakher al-Materi (suami dan Leila putri Zine Nessrine) sedang prima untuk akhirnya mengambil alih negara.

3. Dalam bidang Sosial
Sejak tahun 1987 Tunisia telah secara resmi mereformasi sistem politiknya beberapa kali, menghapuskan kepresidenan hidup dan membuka parlemen kepada pihak oposisi. resmi pidato Presiden ini adalah penuh dengan referensi terhadap pentingnya demokrasi dan kebebasan berbicara. Menurut Amnesty International , “pemerintah Tunisia adalah menyesatkan dunia seperti menyampaikan citra positif tentang situasi hak asasi manusia di negeri ini sementara pelanggaran oleh pasukan keamanan terus berlangsung dan berkomitmen dengan impunitas “. [43]
Kebebasan pers resmi dijamin oleh pemerintah, meskipun gerai pers yang independen tetap dibatasi, seperti halnya sejumlah besar konten web. Menurut Devisa Neto Initiative, jurnalis sering terhambat dari pelaporan pada peristiwa kontroversial. Dalam prakteknya, tidak ada kritik publik rezim ditoleransi dan semua protes langsung adalah sangat ditekan dan tidak mendapatkan dilaporkan dalam media lokal. Ini merupakan kasus dengan demonstrasi publik terhadap nepotisme. Pada bulan Januari 2010 Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton disebutkan Tunisia dan Cina sebagai dua negara dengan sensor internet terbesar. The-‘internet yang dimiliki’ Publinet jaringan negara memiliki lebih dari 1,1 juta pengguna dan ratusan warung internet, yang memonitor dan filter lalu lintas. Ratusan ribu pemuda menghindari wajib militer wajib dan hidup dengan ketakutan penangkapan, meskipun tampak bahwa polisi pergi setelah mereka hanya waktu-waktu tertentu tahun (yang ‘undian’) dan sering membiarkan mereka pergi jika suap yang cukup dibayar. Tunisia wartawan dan aktivis hak asasi manusia yang diganggu dan pengawasan wajah dan penjara bawah kondisi yang berat. Lain diberhentikan dari pekerjaan mereka atau ditolak haknya untuk berkomunikasi dan bergerak bebas. Pihak berwenang juga mencegah munculnya peradilan yang independen, lebih lanjut menambah masalah.
Tunisia adalah satu-satunya negara di dunia Arab di mana poligami dilarang oleh hukum. Ini merupakan bagian dari ketentuan dalam Kode Pribadi Status negara itu, yang diperkenalkan oleh mantan presiden Bourguiba tahun 1956) Saat ini ada delapan lainnya partai politik kecil di Tunisia, enam di antaranya terwakili di parlemen. Sistem hukum Tunisia adalah berdasarkan kode sipil Perancis dan hukum Islam, pengadilan ditunjuk oleh Menteri Kehakiman. Kode Status Pribadi masih salah satu kode sipil yang paling progresif di Timur Tengah dan dunia Muslim. Ditetapkan kurang dari lima bulan setelah Tunisia merdeka, kode ini dimaksudkan untuk mengakhiri ketidaksetaraan gender dan pembaruan hukum keluarga, untuk memungkinkan kemajuan sosial dan ekonomi yang lebih besar dan membuat Tunisia masyarakat yang sepenuhnya modern. Di antara reformasi lain, kode melarang praktek poligami dan penolakan, atau suami hak untuk menceraikan istrinya secara sepihak. Independen kelompok hak asasi manusia, seperti Amnesty International , Freedom House , dan Perlindungan Internasional, telah mendokumentasikan bahwa hak asasi manusia dan politik dasar tidak dihormati. Rezim menghalangi dengan cara apapun yang mungkin pekerjaan manusia lokal organisasi hak asasi. Dalam Economist tahun 2008 Indeks Demokrasi Tunisia diklasifikasikan sebagai rezim otoriter keluar peringkat 141 dari 167 negara yang diteliti. Pada tahun 2008, dalam hal kebebasan pers, Tunisia menduduki peringkat 143 dari 173.

C. PERKEMBANGAN TUNISIA SAAT INI
Revolusi Tunisia
Sebagai tanggapan atas Tunisia revolusi 2010-2011 , Ben Ali menyatakan keadaan darurat di negara ini, dibubarkan pemerintah pada 14 Januari 2011, dan berjanji pemilu legislatif baru dalam waktu enam bulan. Tetapi pada hari yang sama Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi pergi di televisi negara mengatakan ia menganggap kekuasaan di Tunisia. laporan berita belum dikonfirmasi, mengutip sumber pemerintah tak dikenal di Tunisia, mengatakan bahwa Presiden telah meninggalkan negara. [ Gannouchi berdasarkan pidatonya pada Pasal 56 konstitusi Tunisia. Namun, kepala Tunisia Mahkamah Konstitusi, Fethi Abdennadher, menegaskan bahwa Gannouchi melanggar konstitusi, seperti Pasal 56 tidak berlaku untuk kondisi saat ini dan memerlukan seorang Presiden. Pasal 57 dari konstitusi menyatakan bahwa Presiden Parlamen harus mengambil kekuasaan eksekutif dan menyelenggarakan pemilu dalam 45 sampai 60 hari. Ia segera dikonfirmasi, bagaimanapun, bahwa Ben Ali memang melarikan diri ke Jeddah, Arab Saudi, di mana keberadaannya belum dikonfirmasi.Protes terus di Tunisia untuk memanggil untuk melarang partai yang berkuasa dan penggusuran dari semua anggota dari pemerintahan transisi yang dibentuk oleh Mohamed Ghannouchi. Akhirnya pemerintah baru menyerah pada tuntutan dan baru Perdana Menteri Beji caid-Essebsi ditunjuk oleh penjabat presiden pada Kamis, 3 Maret, 2011. Dua dari tindakan pertama yang dibuat setelah pengangkatan dari pemerintah baru keputusan pengadilan Tunisia untuk melarang partai RCD mantan penguasa dan untuk menyita semua sumber daya, dan keputusan oleh menteri dalam negeri melarang “polisi politik” termasuk apa yang telah dikenal sebagai keamanan negara pasukan khusus yang digunakan untuk mengintimidasi dan menganiaya aktivis politik Pada tanggal 26 Januari 2011, INTERPOL membenarkan bahwa Nasional Central Bureau (NCB) di Tunis telah mengeluarkan peringatan global melalui internasional jaringan INTERPOL untuk mencari lokasi dan penangkapan mantan Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali dan enam dari sanak saudaranya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tunisia yang saat itu lebih dikenal dengan nama Afrika menjadi pusat Kerajaan Romawi di Selatan Mediterania. Kedaulatan¬nya meliputi sebagian wilayah kekuasaan Kerajaan Carthage. Antara 439-533 M, Tunisia dikuasai oleh pasukan Vandal, sebelum ditak¬lukkan kembali oleh Kerajaan Roma Byzantium (533-647 M). Pada era kejayaan peradaban Islam di Tunisia dan kawasan Arab Magh¬ribi. Dinasti Aghlabiah (767-910), Fatimiah (910-973), Ziridiah (973-1062), Almohad (1159-1228) dan Hafsiah (1230-1574) silih berganti memegang tampuk ke¬kuasaan di Tunisia, hingga ma¬suknya Tunisia dalam wilayah Khilafah Utsmaniah (1574-1591). Perancis berhasil menjadikan Tunisia sebagai wilayah protektoratnya dengan ditandatanganinya Perjanjian Bardo pada 12 Mei 1881. Berbagai upaya dilaku¬kan Rakyat Tunisia untuk lepas dari protektorat ini. Usaha ini mencapai hasil pada tanggal 20 Maret 1956 dengan dibatalkannya Perjanjian Bardo dan diproklamirkannya kemerdekaan Tunisia.
Tunisia mencapai kemerdekaan dari Perancis pada tahun 1956 dipimpin oleh Habib Bourguiba , yang kemudian menjadi Presiden pertama Tunisia . Pada bulan November 1987, dokter menyatakan tidak layak untuk memerintah dan Bourguiba, dalam kudeta tak berdarah d’état, Perdana Menteri Zine El Abidine Ben Ali diasumsikan kepresidenan. Ia dan keluarganya kemudian dituduh korupsi dan menjarah uang negara dan melarikan diri ke pengasingan pada tahun 2011.
Tunisua mengalamu revolusi pada tahun 2010-2011. Sebagai tanggapan atas Tunisia revolusi 2010-2011 , Ben Ali menyatakan keadaan darurat di negara ini, dibubarkan pemerintah pada 14 Januari 2011, dan berjanji pemilu legislatif baru dalam waktu enam bulan. Tetapi pada hari yang sama Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi pergi di televisi negara mengatakan ia menganggap kekuasaan di Tunisia. laporan berita belum dikonfirmasi, mengutip sumber pemerintah tak dikenal di Tunisia, mengatakan bahwa Presiden telah meninggalkan negara. [ Gannouchi berdasarkan pidatonya pada Pasal 56 konstitusi Tunisia. Namun, kepala Tunisia Mahkamah Konstitusi, Fethi Abdennadher, menegaskan bahwa Gannouchi melanggar konstitusi, seperti Pasal 56 tidak berlaku untuk kondisi saat ini dan memerlukan seorang Presiden.

Daftar Pustaka

http://berita.mitrasites.com/pikiranrakyat/sejarah-tunisia.html
http://id.wordpress.com/tag/sejarah-interaksi-tunisia/
http://www.konspirasi.com/berita/sejarah-tunisia/
http://m.tempointeraktif.com/kolom/2011/02/07/316/
http://www.muchlisin.blogspot.com/2011/01/hamas-intifadhah-tunisia-pelopor.html
http://id.m.wikipedia.org/wiki/pendudukan_Perancis_di_Tunisia

SeLuk BeLuk Suku Dayak Tunjung

  • Sejarah Singkat Mengenai asal usul

Seperti kebanyakan suku-suku Dayak pada umumnya, Suku Dayak Tujung pada awalnya adalah suku yang belum mengenal tulisan sehiingga tidak diketemukannya sejarah mengenai asal-usul berupa tulisan dari suku Dayak Tunjung Ini. Kita hanya bisa mengetahuinya dari cerita-cerita rakyat dari orang tua yang diwariskan secara turun temurun. Konon menurut cerita Suku Dayak Tunjung berasal dari Dewa-dewa yang menjelma kedunia sebagai manusia untuk memperbaiki dunia yang rusak.

  • Asal usul nama

Nama Suku Dayak Tunjung ini menurut mereka (Menurut Buku: Upacara Adat Kematian Suku Dayak Kalimantan Timur) adalah Tonyooi Risitn Tunjung Bangkaas MaLikng Panguruu ulak alas yang berarti Suku Tunjung adalah pahlawan yang berufngsi sebagai dewa pelingdung.

Zaman sekarang Suku Tonyooi kini Lebih dikenal dengan sebutan Suku Dayak Tunjung. Adapun arti kata Tunjung dalam bahasa Dayak Tonyooi adalah Mudik/menuju arah hulu sungai yang kata sebenarnya adalah “Tuncukng”. Ceritanya Demikian:

pada suatu hari Seorang Tonyooi Mudik dan bertemu dengan orang Haloq (Sebutan Suku Dayak kepada seseorang yang bukan dayak dan beragama Muslim) kemudian Haloq tersebut bertanya pada Tonyooi ingin pergi kemna, kemudian si Tonyooi Menjawab “Tuncuuk’ng”, maksudnya mudik. Orang Haloq lalu terbiasa melihat orang yang seperti ditanyainya tadi disebut “Tunjung” dan hingga sekarang namanya tersebut masih dipergunakan.

  • System mata pencaharian

Mulanya suku Dayak Tunjung hidupnya sebagai petani padang yang berpindah-pindah. Disamping berladang mereka juga mencari hasil hutan seperti dammar, rotan,sarang burung, menangkap ikan, berburu, membuat anyaman dan kerajinan-kerajinan lainnya. Namun pada zaman sekarang mereka sudah banyak yang berprofesi sebagai Pegawai Neger/Swasta maupun pedagang dan pejabat pemerintah.

  • Tradisi Tonao

Seperti masyarakat Dayak umumnya, Suku Dayak Tunjung juga terkenal dengan semangat Gotong-Royong yang disebut TONAO. Semangat ini terlihat pada waktu membuka hutan, panen raya, membangun rumah/Lamin dan Lain sebagainya.

Pekerjaan membuat ladang berdasarkan keadaan musim. Biasanya bulan maret mereka mulai merintis hutan, april-mei menebang pohon (Noang Kajuuq) dan dijemur 1-2 bulan, pada bulan juli dibakar (“ngehongkakng” kaLo gak saLah dalam bahasa Dayak Tunjung). Agustus –September masan “Menugal” (menanam padi). Menanam padi dilakukan hanya 1 kali dalam 1 tahun.

  • System kekerabatan

Prinsif keturunan kelompok Suku Dayak Tunjung berdasarkan prinsif Bilateral yang menghitung hubungan kekerabatan melalui pihak pria maupun wanita. Setiap individu dalam masyarakat Dayak Tunjung termasuk dalam hubungan kekerabatan ayah dan ibunya, anak-anak mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap keluarga pihak ayah maupun keluarga pihak ibunya. Prinsif keturunan Bilateral dalam Dayak Tunjung  mempunyai prinsif tambahan yaitu prinsif keturunan ambilineal yang menghitung keturunan kekerabatan untuk sebagian orang dalam masyarakat melalui orang laki-lakin dan sebagian lain dalam masyarakat itu juga melalui orang wanita.

Prinsif keturunan ambilineal ini akan terwujud dalam system penggolongan harta  milik keluarga, yang dalam bahasa Dayak Tunjung disebut Barang lama atau babatn retaaq.

Jenis-Jenis Harta dalam Keluarga:

Barang Waris : Barang Waris adalah harta yang diperoleh dari harta yang diterima  dari orang tua sebagai harta warisan. Harta ini menjadi milik pribadi seorang suami atau istri

Barang Mento / Retaq Mento : jenis ini adalah harta yang  diperoleh oleh suami atau isteri sebelum dia menikah

Barang Rampuuq / Retaaq Rempuuq: harta jenis ini adalah harta yang diperoleh atas hasi usaha bersama suami isteri, misalnya hasil ladang atau kebun.

Penggolongan harta milik tersebut menjadi pedoman bagi seorang Hakim adat di desa dalam menyelesaikan perselisihan yang berhubungan dengan harta bila terjadi perceraian.

  • Purus

Kolompok kekerabatan Suku Dayak Tunjung terikat oleh hubungan kekerabatan yang disebut dengan Purus. Purus ditentukan berdasarkan hubungan darah (Consanguity) dan hubungan yang timbul melalui perkawinan (affinity). Kesadaran akan purus ini pada masa yang silam sangat besar, hal ini terbukti dengan timbulnya pengelompokan yang disebut:

Purus Hajiiq (Darah Bangsawan)

Purus Merentikaaq (Orang Biasa/orang merdeka)

Purus Ripatn (Darah Hamba sahaya)

Dari hubungan kekerabatan ini orang dapat mengetahui jarak hubungan individu dengan kelompok atau dalam satu desa dan sifat dari hubungan ini. Jadi hubungan kekerabatan (purus) mempengaruhi pola interaksi individu dalam menyapa, menyebut terhadap orang yang lebih tua, lebih muda atau sederajat.

  • Sistem Perkawinan

Perkawinan dalam masyarakt dayak tunjung ditentukan oleh purus. Secara umum perkawinan yang diperbolehkan adalah perkawinan antara orang-orang  seangkatan yaitu saudara sepupu sederajat pertama, saudara sepupu sederajar ketiga dan seterusnya.

  • Batak

Kelompok hubungan kekerabatan yang diperhitungkan melalui purus disebut BATAK. Individu-individu yang masih memiliki hubungan kekerabatan dalam suatu kelompok disebut SEBATAK(Satu Kelompok). Dalam kelompok seorang individu dapat membedakan dengan jelas orang-orang yang tergolong dalam kelompoknya (Batak Tai) dan orang yang bukan termasuk dalam kelompoknya (Batak ULutn) dan dalam kegiatan tolong menolong pada umumnya orang-orang sebatak lah yang lebih banyak datang membantu.

  • Luuq (Rumah Panjang/Lamin)

Perkembangan desa pada masa sekarang merupakan perkembangan dari sebuah Rumah Panjang (Luuq) dan masih mengikat penduduk menjadi satu komunitas desa. Kesatuan wilayah yaitu desa (dulu rumah panjang) beserta perlengkapannya disebut BANUA.

  • Banua

Ikatan wilayah komunitas orang Tunjung disebut dengan Banua. Pada masa lalu tokoh Banua adalah perintis yang mendirikan Rumah Panjang (Luuq). Kemudia diam mempunyai pengikut dan diangkat menjadi kepala Banua yang bergelar Merhajaaq / Marhajaq dan semua golongan sanak saudaranya disebut denga Hajiiq yang berarti golongan Bangsawan dan mempunyai hak turun temurun.

  • Sistem politik/pemerintah desa Adat
  • Sistem pelapisan social
  • Roh-Roh pelindung dan Roh Jahat
  • Sistem religi

(Untuk keempat topic diatas akan menyusul, Capeek Cuuy).

SEJARAH SUDAH MENJADI BAGIAN DARI HIDUPKU

Berbicara mengenai SEJARAH?? tentunya semua orang tidak lepas dari apa yang namanya SEJARAH baik Sejarah kelahiran atau pun sejarah kampung halaman, sejarah riwayat hidup da masih banyak lagi yang berkaitna dengan Sejarah.

Jujur saja sewaktu SMA, sejarah bukanlah pelajaran kesukaanku. ada banyak sebab mengapa banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran Sejarah. jika dilihat baik-baik, sebenarnya belajar sejarah sangatlah menarik dan membuat kita menjadi penasaran. pelajaran akan terasa menyenangkan jika cara penyampaian materi yang diberikan tidak hanya menggunakan metode JADUL  atau yang dikenal dengan metode ceramah tetapi guru dapat menggunakan media lain yang lebih menyenangkan agar mata pelajaran sejarah menjadi tidak membosankan.

Tidak pernah terpikir dalam otak saya untuk menjadi seorang Guru, apalagi guru sejarah bahkan sewaktu SMA saya pernah berkata pada temanku  kalo saya ga akan mau menjadi guru. Ternyata.. oh ternyata… takdir berkata lain. sekarang saya kuliah untuk menjadi seorang Guru Sejarah di salah satu PErguruan Tinggi Swasta Yogyakarta yaitu Univ. Sanata Dharma. berbeda 180 derajat dengan cita2 sewaktu SMA.

Pada awal semester 1 saya tidak begitu menikmati belajar disini ya itu semua karena ini bukanlah menjadi prioritas saya. Namun semakin lama setelah mempelajari Sejarah, Saya semakin menikmati apa yang saya jalani sekarang. Rasa cinta terhadap Sejarah semakin tumbuh didalam diriku bahkan sekarang saya semakin mantaf untuk MENJADI SEORANG GURU SEJARAH.

ada banyak hal baru yang saya temui ketika belajar di Univ. Sanata Dharma. Saya banyak bertemu dengan teman-teman yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, kami berteman tanpa membeda-bedakan suku dan budaya. banyak sekali pengalaman yang sudah tertanam didalam memori otakku yang mungkin tidak akan pernah ter DELETE sampai kapanpun. Selama kurang lebih 4 tahun kami bersama kami sudah bersatu layaknya keluarga diluar keluarga asli kami. Hal yang paling menyenangkan adalah Study Tour dimana setiap akhir semester kami pasti melakukan Study Tour bersama. Rasanya Semua tempat wisata Sejarah yang ada di pulau Jawa dan Pulau Bali sudah kami kunjungi.

Malam Kesenia PRODI PENDIDIKAN SEJARAH

Study Tour semester 4, @ Kampung Penglipuran, BAli

Sedih rasanya jika suatu saat nanti kami akan berpisah dan kembali ke kampung halaman masing-masing untuk membangun daerah kami. tapi itulah sebuah kenyataan,”DIMANA ADA PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN”.. kami datang untuk belajar dan pulang pun membawa Gelar S1 untuk membangun daerah masing-masing.

Jika ada salah satu teman Pendidikan Sejara angkatan 08 yang membaca Tulisan ini. semoga suatu saat kita dapat bertemu kembali dalam sebuah acara Reuni dengan menggandeng Suami/Istri dan anak-anak masing-masing…hahhahahahahahah

Good Luck buat teman2 semua. semoga kita Sukses dan dapat Lulus tepat Waktu. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnn.